“Apple Tak Bakal Ada Tanpa Imigrasi”

redaksi.co.id - “Apple Tak Bakal Ada Tanpa Imigrasi” Kebijakan baru Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menolak masuknya imigran dan pemegang visa dari sejumlah negara mayoritas...

55 0

redaksi.co.id – “Apple Tak Bakal Ada Tanpa Imigrasi”

Kebijakan baru Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menolak masuknya imigran dan pemegang visa dari sejumlah negara mayoritas Muslim menuai reaksi keras dari dalam dan luar negeri.

Salah satunya datang dari Apple, raksasa pembuat iPhone yang menjadi salah satu primadona industri teknologi Negeri Paman Sam.

Dalam sebuah nota yang dikirimkan kepada karyawan, beberapa jam setelah penerapan kebijakan imigrasi Trump, CEO Apple Tim Cook menegaskan bahwa pihaknya tidak sejalan dengan langkah kontroversial tersebut.

Apple tak bakal ada tanpa imigrasi, apalagi sampai berkembang dan berinovasi, tulis Cook dalam nota yang bersangkutan, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Re/code, Senin (30/1/2017).

CEO Apple Tim Cook berbicara dalam acara yang diselenggarakan Apple di Flint Center for the Performing Arts, di Cupertino, California, Amerika Serikat, Selasa (9/9/2014). Pada acara itu Apple meluncurkan Apple Watch dan dua iPhone terbaru, iPhone 6 dan iPhone 6 plus.GETTY IMAGES / AFP PHOTO / JUSTIN SULLIVAN

Dia turut menggarisbawahi kultur perusahaan Apple yang menjunjung tinggi keanekaragaman, dan berusaha menenangkan para karyawan yang dibuat gundah oleh kebijakan imigrasi itu.

Apple terbuka untuk siapa pun, kata Cook .Tak peduli dari mana asalnya, bahasanya, siapa yang dicintai atau bagaimana cara beribadahnya.

Selain Apple, raksasa-raksasa teknologi lain juga telah menyuarakan penentangan terhadap kebijakan imigrasi Doland Trump, termasuk Google, Facebook, Netflix, dan Microsoft, meski dengan nada berhati-hati.

Industri teknologi di Silicon Valley memang banyak mempekerjakan karyawan dari berbagai negara, tak hanya dari Amerika Serikat saja.

Sebagai imigran dan CEO, saya telah mengalami dan melihat dampak positif imigrasi terhadap perusahaan, ujar CEO Microsoft Satya Nadella yang berasal dari India.

Kebijakan imigrasi baru Trump mulai berlaku pada Jumat (27/1/2017). Warga dari tujuh negara mayoritas Muslim, yakni Irak, Suriah, Iran, Libya, Somalia, Sudan, dan Yaman dilarang memasuki AS selama setidaknya 90 hari sejak pemberlakukan kebijakan tersebut.

Penulis: Oik Yusuf

Editor: Reska K. Nistanto

Sumber:

Copyright Kompas.com

(red/usland/argarito/RM)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!