Bos Raksasa Industri Teknologi AS Ramai-Ramai Kecam Kebijakan Trump

redaksi.co.id - Bos Raksasa Industri Teknologi AS Ramai-Ramai Kecam Kebijakan Trump Kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk membatasi masuknya imigran ke wilayah As menuai...

27 0

redaksi.co.id – Bos Raksasa Industri Teknologi AS Ramai-Ramai Kecam Kebijakan Trump

Kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk membatasi masuknya imigran ke wilayah As menuai kecaman dari parapetinggi perusahaan teknologi di Negeri Paman Sam tersebut. Industri teknologi di AS diketahui memang banyak mempekerjakan tenaga kerjaasing.

Trump mengeluarkan larangan masuk bagi warga dari tujuh negara mayoritas muslim yakni Suriah, Iran, Irak, Yaman, Sudan, Somalia, dan Libyaselama 90 hari ke depan serta penundaan penerimaan pengungsi selama 120 hari. Para pendatang yang sesuai dengan kriteria tersebut dandalam perjalanan menuju AS pada Jumat (27/1) sore saat Trump menandatangani dokumen tersebut, ditahan dan dihentikan setibanya di bandaraAS.

Begitu pula pengunjung yang telah memiliki visa resmi dan tiket pesawat menuju AS juga dicegah untuk terbang, beberapa bahkan terjebak diluar negeri saat transit perjalanan, segera setelah maskapai penerbangan dan bandara asing memahami dan mematuhi kebijakan imigrasiterbaru AS.

Kepala Eksekutif Netflix Inc Reed Hastings menyebut perintah eksekutif Trump sebagai “Minggu sedih”. “Ini adalah waktu untuk bergandengantangan bersama-sama dan melindungi nilai-nilai kebebasan di Amerika,” ujar Hastings seperti dikutip Reuters, Ahad (29/1).

CEO Apple Inc Tim Cook mengirim surat kepada seluruh karyawan, dan mengatakan bahwa perintah eksekutif Trump bukan kebijakan yang merekadukung.Cook juga berjanji akan membantu para karyawan yang terkena dampak kebijakan imigrasi Trump.

“Kami telah menyampaikan ke Gedung Putih danmenjelaskan efek negatif pada rekan kerja kami dan perusahaan kami,” kata Cook menambahkan.

Elon Musk, pendiri Tesla dan SpaceX, yang bertemu dengan Trump baru-baru ini juga menyampaikan kecamannya lewan akun Twitter. “Laranganmasuk bagi warga dari negara-negara tertentu, terutama muslim, bukan cara terbaik untuk mengatasi tantangan negara itu,” tulis pengusahakelahiran Afrika Selatan ini di akun Twitter pribadinya.

Bahkan, perusahaan layanan online penyedia penginapan Airbnb menawarkan tempat tinggal gratis kepada mereka yang tidak diizinkan masuk keAS. “Tidak mengizinkan pengungsi dari negara lain masuk ke Amerika adalah tindakan yang tidak benar dan kita harus berdiri bersama merekayang terkena dampak kebijakan ini,” kata Co-founder dan CEO Airbnb Brian Chesky.

Aaron Levie, pendiri sekaligus CEO perusahaan penyimpanan online Box Inc menyebut perintah eksekutif imigrasi Trump sebagai tindakan tidakbermoral. “Ini bertentangan dengan nilai-nilai kita,” ujarnya.

Sementara itu, CEO Google Sundar Pichai mengatakan dalam sebuah email kepada para staf bahwa lebih dari 100 karyawan Google akan terkenadampak kebijakan imigrasi Trump. Salah seorang karyawan Google yang kebangsaan Iran berhasil kembali ke Amerika Serikat hanya beberapa jamsebelum Presiden Trump mengeluarkan perintah eksekutif terkait kebijakan keimigrasian.

“Kami khawatir tentang dampak dari perintah eksekutif ini dan setiap proposal (eksekutif) yang dapat memberlakukan pembatasan kepadaGoogle dan keluarga mereka, bisa menciptakan hambatan untuk membawa bakat besar ke AS,” kata Google dalam sebuah pernyataan.

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!