Begini Kengerian Saat Teroris Menembaki Jemaah Masjid Kanada

redaksi.co.id - Begini Kengerian Saat Teroris Menembaki Jemaah Masjid Kanada Abdi tengah membaca Al Quran sambil duduk bersila di lantai bersama jemaah lain, tatkala suara tembakan...

27 0

redaksi.co.id – Begini Kengerian Saat Teroris Menembaki Jemaah Masjid Kanada

Abdi tengah membaca Al Quran sambil duduk bersila di lantai bersama jemaah lain, tatkala suara tembakan menerjang Pusat Kebudayaan Quebec Islam, Kanada, pada Ahad malam waktu setempat.Sebelum tembakan membabi buta datang, teriakan dari arah pintulah yang membuat mereka waspada, Allahu akbar!”Bagi Abdi, teriakan “Allahu akbar” malam itu menjadi sangat penting karena terdengar sangat asing di telinganya. Saya bisa merasakan bukan Muslim yang meneriakkannya. Lafalnya sangat berbeda dengan orang yang terbiasa berbahasa Arab atau membaca Al Quran, kata Abdi, 22 tahun kepada Reuters, Selasa 31 Januari 2017.

Mahasiswa ini menolak menyebutkan nama keluarganya karena alasan keamanan.Para jemaah pun memandang ke arah pintu. Saat itulah tembakan mulai terjadi. Abdi langsung tiarap dengan tangan menutup kepala dan telinga. Namun ia masih mendengar suara orang-orang berdoa memohon kepada Tuhan. Hingga akhirnya lantunan doa itu berhenti saat nyawa sang pendaras direnggut oleh timah panas. Abdi selamat karena tiga peluru hanya melewati atas kepalanya.”Jemaah yang sedang salat tewas, dua diantaranya berada di dekat saya, ujar Abdi dari rumahnya di Montreal. Saat serangan terjadi, ia tengah mengunjungi seorang kawan yang tinggal di Kota Quebec.”Orang-orang berdoa, Tuhan tolong kami dari api neraka. Tolong kami dari pembantaian.'”Namun, teror tak jua berhenti. Abdi mendengar pelaku berulang kali mengisi senjatanya. Ia hanya bisa berdoa sang teroris yang kemudian diidentifikasi sebagai Alexandre Bissonnette, mahasiswa kulit putih, tidak naik ke lantai atas masjid, tempat jemaah perempuan dan anak-anak berada.”Saya berpikir inilah akhir hidup saya.”Abdi menyebut ada dua pelaku serangan. Tapi polisi hanya mendakwa Bissonnette. Abdi terus tiarap dan memejamkan mata hingga polisi mendatangi lokasi penembakan.Saat ia membuka mata, yang terlihat adalah jasad-jasad tergelatak dalam kubangan darah. “Saat itu sangat mengerikan.”Alexandre Bissonnette, tersangka teroris penembakan masjid di Kanada, pada Senin malam waktu setempat didakwa dengan enam tuduhan pembunuhan berencana dan lima rencana pembunuhan.Setelah pembantaian, para penyintas dan warga yang ingin tahu, berkumpul di jalan depan masjid. Mereka berdiri dekat kedai kopi yang menawarkan kopi gratis bagi keluarga korban maupun jurnalis yang meliput.Zebida Bendjeddou meninggalkan masjid sebelum penembakan terjadi. Ia langsung menelepon kerabat dan kawan yang biasa salat di masjid.Sebelum teror terjadi, Zebida menyebut masjid itu pernah diancam dengan sebuah kepala babi pada Juni lalu. Namun jemaah masjid tidak terlalu menganggap serius.Kami hanya berpikir bahwa ini hanyalah tindakan iseng. Tapi kini orang-orang jahat telah meningkatkan serangannya. REUTERS | SITA PLANASARI AQUADINI

(red/iti/mi/anik/SUH)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!