Indra Bekti: Allah Belum Percaya Saya Punya Anak Laki-laki

redaksi.co.id - Indra Bekti: Allah Belum Percaya Saya Punya Anak Laki-laki Kehamilan Aldilla Jelita yang mengandung anak ketiga hasil pernikahannya dengan Indra Bekti awal disambut bahagia...

17 0

redaksi.co.id – Indra Bekti: Allah Belum Percaya Saya Punya Anak Laki-laki

Kehamilan Aldilla Jelita yang mengandung anak ketiga hasil pernikahannya dengan Indra Bekti awal disambut bahagia oleh pasangan yang menikah pada 2010 itu. Terlebih, saat mereka mengetahui anak yang ada dikandungannya berjenis kelamin laki-laki. Tak ayal, anak ketiganya itu diharapkan menjadi pelengkap dua anak sebelumnya yang berjenis kelamin perempuan.

Sayangnya, kebahagiaan Bekti dan Dilla yang akan dikaruniai anak laki-laki hanya berlangsung sebentar. Saat kandungan Dilla baru menginjak 22 minggu, sang calon anak sudah ‘dipaksa’ untuk keluar sebelum akhirnya dinyatakan meninggal pada Selasa, 31 Januari 2017 menjelang tengah malam.

“Memang Tuhan berkehendak lain. Saya sepertinya belum dipercaya sama Allah dapat anak laki-laki,” kata Indra Bekti saat ditemui di kediamannya di kawasan Radio Dalam, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (1/2/2017).

Bekti juga menambahkan, beberapa saat setelah lahir dalam situasi normal, ia sempat mendapat angin segar saat dokter yang menangani proses persalinan istrinya memberikan isyarat jika sang bayi masih memiliki kemungkinan untuk hidup jika menangis saat keluar. Namun, hal itu tak kunjung terjadi dan Kenwart meninggal beberapa menit setelah menghirup udara dunia.

“Jadi menurut Alquran itu, idealnya bayi itu lahir minimal usia 6 bulan. Tapi kata dokter, kalaupun nangis bayinya tadi, ada kemungkinan bisa hidup,” tambahnya.

Tak ayal, takdir yang merebut kebahagiaan Indra Bekti dan Aldilla Jelita sempat membuat ia dan sang istri merasa terkejut. Terlebih, harapannya untuk mendapatkan bayi laki-laki pun sirna lantaran suratan Tuhan berkehendak lain. “Pastinya syok banget saya, apalagi Dilla, dia nangis pas tahu Ken meninggal,” pungkas Bekti.

(red/hmad/yaiku/AS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!