Kepolisan Jerman Tangkap 16 Orang Tersangka Simpatisan ISIS

redaksi.co.id - Kepolisan Jerman Tangkap 16 Orang Tersangka Simpatisan ISIS Seorang pria Tunisia yang didugua menjadi perekrut anggota Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ditangkap dalam...

22 0

redaksi.co.id – Kepolisan Jerman Tangkap 16 Orang Tersangka Simpatisan ISIS

Seorang pria Tunisia yang didugua menjadi perekrut anggota Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ditangkap dalam serangkaian operasi di Jerman.

Dia menjadi satu dari 16 orang yang ditangkap di berbagai lokasi di negara bagian Hasse, wilayah tengah Jerman yang melibatkan tak kurang dari 1.100 personel kepolisian.

Para anggota kepolisian itu melakukan pemeriksaan sejumlah apartemen, perkantoran, lokasi usaha, dan masjid, Rabu (1/2/2017).

Pria ini ternyata juga diburu pemerintah Tunisia terkait serangan terhadap museum Bardo, Tunis pada 2015 yang menewaskan 21 orang turis yang berasal dari Inggris, Jepang, Perancis, Italia, dan Kolombia, serta seorang warga Tunisia.

Kembali ke penggerebekan di Jerman, pemerintah setempat mengatakan, operasi ini merupakan hasil dari investigasi selama empat bulan.

Polisi mengaku sudah mengantungi bukti bahwa sejumlah anggota kelompok radikal tengah merencanakan sebuah serangan.

Polisi tidak menjelaskan jenis serangan tersebut tetapi hanya mengatakan para tersangka baru memasuki tahap awal perencanaan.

Kepolisian menambahkan, para tersangka yang ditahan berusia antara 16-46 tahun dan mereka diduga memberikan bantuan untuk kelompok teroris asing serta merencanakan serangan teror.

Tiga orang di antaranya ditangkap di Berlin dalam penggerebekan pada Selasa (31/1/2017) malam.

Sejumlah lokasi yang digerebek di Berlin termasuk sebuah masjid tempat pelaku serangan truk pada Desember lalu, Anis Amri, sempat singgah.

Salah satu dari tiga tersangka yang ditahan di Berlin disebut sebagai pengelola masjid Fussilet, yang digambarkan polisi sebagai basis kelompok radikal di Berlin.

Sedangkan, pria tersangka penyerangan museum Tunisia ditangkap di kediamannya di Frankfurt pada Rabu (1/2/2017).

Dia pernah tinggal di Jerman hingga 2013 sebelum kembali ke Tunisia. Pria ini kemudian masuk lagi ke Jerman pada 2015 sebagai pencari suaka.

Sejak kembali masuk ke Jerman, pria ini sudah diawasi dan dicurigai tengah menyusun jaringan pendukung ISIS.

Selain menjadi tersangka penyerangan museum Bardo, pemerintah Tunisia juga mengaitkan dia dengan serangan maut di kota Ben Guerdane, dekat perbatasan Libya pada Maret 2016.

Dia pernah ditahan selama beberapa pekan di Frankfurt pada tahun lalu dan nyaris diekstradisi ke Tunisia.

Ekstradisi batal dan dia terpaksa dibebaskan karena pemerintah Tunisia gagal menyerahkan berbagai dokumen yang dibutuhkan tepat waktu.

Editor: Ervan Hardoko

Sumber:

Copyright Kompas.com

(red/usland/argarito/RM)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!