Rangkaian Ancaman Bom Hantui Puluhan Pusat Komunitas Yahudi di AS

redaksi.co.id - Rangkaian Ancaman Bom Hantui Puluhan Pusat Komunitas Yahudi di AS Dalam satu bulan terakhir, pusat-pusat komunitas Yahudi di Amerika Serikat dihantui serangkaian ancaman bom.Ancaman...

25 0

redaksi.co.id – Rangkaian Ancaman Bom Hantui Puluhan Pusat Komunitas Yahudi di AS

Dalam satu bulan terakhir, pusat-pusat komunitas Yahudi di Amerika Serikat dihantui serangkaian ancaman bom.

Ancaman terbaru muncul Selasa atau Rabu WIB (2/1/2017), yang menyebabkan sejumlah pusat komunitas Yahudi di sebagian besar wilayah AS ditutup.

Insiden ini merupakan bagian dari gelombang ketiga, dari serentetan ancaman yang diterima pusat komunitas Yahudi di seluruh AS, dalam satu bulan terakhir.

Seperti diberitakan Reuters, aparat Kepolisian di Albany, New York, mengaku melakukan penyisiran di pusat komunitas Yahudi yang diancam bom.

Namun ancaman itu tak terbukti. Aparat pun tak menemukan benda-benda yang mencurigakan.

Setelah dipastikan aman, bangunan itu kembali dibuka untuk umum. Informasi itu disebarkan melalui laman Facebook milik komunitas Yahudi tadi.

Di tempat serupa di California, Colorado, Connecticut, New Jersey, New Mexico, Utah dan Wisconsin juga menerima ancaman yang sama.

Informasi itu dikutip dari media-media lokal dan unggahan warga di media sosial.

Tercatat, rangkaian ancaman via telepon terjadi pertama kali pada 9 Januari terhadap 16 pusat komunitas Yahuhi di sembilan negara bagian.

Gelombang ancaman kedua terjadi pada 18 Januari terhadap 27 pusat kebudayaan Yahudi di 17 negara bagian.

Sejumlah telepon yang masuk menggunakan sistem otomatis “robocall”. Sementara, ada pula beberapa ancaman yang disampaikan melalui telepon dengan ucapan langsung.

Hal itu dijelaskan otoritas keamanan setempat.

Sejak terjadi gelombang ancaman yang kedua, biro penyelidik federal (FBI) bekerja sama dengan Departemen Kehakiman AS menyelidiki kemungkinan adanya pelanggaran atas hak sipil dalam kasus ini.

Namun, hingga saat ini belum ada satupun tersangka yang ditangkap.

Editor: Glori K. Wadrianto

Copyright Kompas.com

(red/aini/J)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!