7 Cara Kematian Paling Tragis dalam Sejarah

redaksi.co.id - 7 Cara Kematian Paling Tragis dalam Sejarah Maut tak memilih korbannya. Pada akhirnya semua orang akan mati, kaya atau miskin, penguasa atau rakyat jelata.Meski...

69 0

redaksi.co.id – 7 Cara Kematian Paling Tragis dalam Sejarah

Maut tak memilih korbannya. Pada akhirnya semua orang akan mati, kaya atau miskin, penguasa atau rakyat jelata.

Meski saat ini sudah ada berbagai laboratorium di seluruh dunia yang mencoba melawanya, kematian tak bisa dielak, olehilmu dan teknologi yang paling maju sekalipun.

Ada sejumlah orang yang relatif beruntung meninggal dunia dengan dikelilingi para kerabat dan orang-orang yang dicintai, ada juga yang tutup usia di tengah kejadian tragis seperti bencana atau kecelakaan.

Seperti disarikan dari situswonderslist.com pada Rabu (1/2/2017), ada sejumlah kematian yang sama sekali tak terduga, ini 6 di antaranya:

Ratusan orang setiap tahunnya terbunuh oleh ikan, misalnya karena keracunan makanan dari bahan ikan, tenggelam terseret ikan, atau serangan hiu. Bahkan, ikan mungil yang kita lihat dalam akuarium bisa mendadak menjadi pembunuh kalau momentumnyatepat.

Pada 2016, seorang nelayan mumpuni bernama Robert berlayar di danau bersama temannya seperti kebiasaan mereka. Siapa sangka, seekor ikan liar berukuran kecil kemudian mencabut nyawanya dan menimbulkan speklulasi tentang kematian pria tersebut.

Setelah menemukan tempat yang bagus untuk mencari ikan, ia dan rekannya menebar jala dan menunggu ketika ikan-ikan mengalir masuk.

Nelayan tahu bahwa ikan menggelapar beberapa menit di atas kapal sebelum mati.

Karena Robert sibuk berceloteh, mendadak seekor ikan yang menggelepar melompat ke dalam mulut nelayan itu dan menutup jalan nafasnya. Robert meninggal sesaat kemudian di rumah sakit.

Di awal Abad ke-20, Emily Wilding Davidson naik ke tangga ketenaran karena cara kerasnya membela hak wanita di Inggris. Dia beberapa kali masuk penjara.

Suatu saat, ia melompat 10 anak tangga untuk mengalihkan perhatian polisi dari rekan-rekannya, tapi malah menjadi masalah kesehatan seumur hidup. Dalam penjara, ia kerap melakukan protes puasa.

Pada 4 Juni 1913, ia menerobos masuk ke lomba berkuda Epsom Derby dan melompat dari rel pembatas penonton dan menuju lintasan, tepat di depan kuda Raja George V, demi menyambar tali kekang kuda yang sedang berpacu. Ia justru tertabrak hingga hilang kesadaran.

Joki kuda itu terlempar, sementara kudanya terus berlari ke garis akhir. Joki itu selamat, tapi Davidson meninggal 4 hari kemudian karena tabrakan tersebut.

Keledai secara umum dipandang hewan pekerja keras yang tenang dan mengabdi kepada manusia pemiliknya walaupun seringkali bersikukuh ketika sedang malas. Tapi, tendangan keledai marah bisa mematikan.

Sandar, seorang pensiunan di Hungaria, memutuskan untuk mengunjungi teman lama di pertanian.

Saat di sana, keledai-keledai sedang tidak jinak. Ketika Sandar masuk ke pertanian, dua keledai mengejarnya sambil menandak dan menendangnya ke udara.

Sandar berusaha melarikan diri menggunakan kursi roda bermesin miliknya yang ternyata kurang cepat untuk menghindari serbuan keledai-keledai marah. Hewan-hewan itu menendang dan menggigitinya hingga hancur.

Ketika jasadnya ditemukan, ia diduga tewas karena serbuan kawanan serigala. Hasil otopsi membuktikan bahwa ia meninggal dunia karena serbuan gerombolan keledai — yang kemudian disuntik mati oleh pihak kepolisian.

Terry Vance Garner juga menjadi korban hewan peliharaannya sendiri. Veteran Perang Vietnam beruntung pulang dalam keadaan hidup dan kemudian menjadi petani dan peternak. Tapi kematian justru datang di peternakannya sendiri.

Suatu Rabu malam, Garner tidak pulang ke rumah setelah memberi makan babi-babi.

Istrinya mencari-cari di pagi hari dan kemudian menemukan kengerian berupa serpihan-serpihan kecil tulang belulang dan gigi manusia. Polisi menduga pria itu mengalami serangan jantung dan jatuh ke dalam kandang untuk kemudian menjadi kudapan babi-babi peliharaannya.

Di masa lalu, aturan terkait keluarga kerajaan Thailand amat ketat karena keluarga kerajaan sangat dilindungi dan dipandang sebagai dewa.

Warga dilarang bicara yang menghina dan bisa diseret ke pengadilan karenanya. Bahkan menunjuk arah atau memandang langsung bisa menjadi alasan hukuman mati dengan panah.

Menyentuh keluarga kerajaan merupakan pelanggaran berat. Pada Mei 1880, Ratu Sundandha dan putrinya sedang menumpang perahu menuju Istana Kerajaan Bang Pa-In.

Di tengah perjalanan, perahu terbalik, tapi tidak seorang pengawal pun mau masuk ke sungai untuk menolong Ratu dan putrinya yang berseru-seru minta tolong.

Kisah amukan gajah di Maroko ini mengundang kekhawatiran di kalangan pelindung satwa.

Pada 2016, seorang anak perempuan berusia 7 tahun sedang bersama orangtuanya mengunjungi kebun binatang di Maroko. Hari yang seharusnya menyenangkan berubah menjadi tragedi.

Seekor gajah yang sedang marah mengambil sebutir batu menggunakan belalainya dan menghantam wajah anak perempuan itu menggunakan batu di belalainya.

Anak perempuan itu meninggal beberapa jam kemudian di rumah sakit.

Pada Maret 2008, Judy Kay Zagorski sedang berlayar di Samudra Atlantik, lepas pantai Marathon, negara bagian Florida.

Ketika perahu sedang melaju dikemudikan ayahnya, seekor ikan pari seberat 34 kilogram mendadak mencuat dari permukaan laut karena terganggu suara mesin perahu dan menabrak anak perempuan itu.

Ikan itu mati seketika dan wanita berusia 57 tahun itu terhempas kuat ke lantai perahu. Ayahnya segera berbalik arah menuju pantai dan menghubungi Penjaga Pantai yang bergegas membawanya ke rumah sakit.

Dikutip dari thestar.com, wanita itu meninggal dunia dengan tengkorak yang remuk karena ditabrak ikan pari tutul tersebut.

(red/ahyu/etyo/armawan/WSD)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!