Ganasnya Para Fans Santiago Bernabeu

redaksi.co.id - Ganasnya Para Fans Santiago Bernabeu "Publik selalu benar". Ungkapan ini telah ada sejak lama, dan selalu dijadikan dasar untuk mengkritik seseorang yang performanya dinilai...

28 0

redaksi.co.id – Ganasnya Para Fans Santiago Bernabeu

“Publik selalu benar”. Ungkapan ini telah ada sejak lama, dan selalu dijadikan dasar untuk mengkritik seseorang yang performanya dinilai buruk.

Hal tersebut terjadi pula di lapangan sepakbola. Bagi banyak fans, kritik, sorakan, cemoohan, siulan, merupakan cara mereka menyampaikan ketidakpuasan. Dan mereka berhak untuk melakukan itu. Hal inilah yang ditunjukkan sebagianfans di Santiago Bernabeu, markas Real Madrid, belakangan ini.

Dengan sejarah panjang dan berbagai torehan prestasi yang telah diukir Real Madrid, tidaklah mengherankan jika para fans Bernabeu menjadi sangat menuntut terhadap para pemainnya.

Kita telah melihat banyak pemain yang tidak diakui oleh fans sebagai bagian dari Real Madrid, seperti Spasic, Pablo Garca, Woodgate, Secretario, Emerson, Diogo, Vitor, Magallanes, Mino, Bizzarri, Congo, Faubert, dan Drenthe. Menurut para fans, para pemain ini tidak pantas mengenakan seragam mereka.

Tetapi tuntutan itu berlaku pula untuk para bintang Real Madrid. Mereka tidak imun terhadap kritikan keras dari fans. Satu nama besar yang pernah menjadi bulan-bulanan fans adalahAlfredo di Stefano, legenda Real Madrid. Dulu, begitu ganasnya para fans menyerang Di Stefanosehingga sang pemain sempat berpikir untuk hengkang dari Bernabeu.

Sejak saat itu, banyak bintang Madrid juga telah merasakan ganasnya para fans, mulai dariMichel, Ronaldo, Guti, Zidane,Figo, Casillas, Ral, Benzema, dan Bale. Kini giliran Cristiano Ronaldo, yang sebelumnya tampak tak tersentuh berkat catatan prestasi dan dedikasinya terhadap klub. Alasannya? Sesederhana bahwa dalam beberapa waktu belakangan, penyelesaian akhir Cristiano Ronaldo buruk.

Sebagian fans Real Madrid memang terkenal tidak sabar dan tak suka memberi waktu bagi seorang pemain untuk kembali ke performa terbaik.Sayangnya, di sisi lain, Cristiano Ronaldo juga merupakan pemain yang emosional. Hal tersebut membuat sebuah peristiwameledak.

Dalam pertandingan melawan Real Sociedad, Cristiano disoraki dan disiuli lantaran beberapa kali kehilangan bola.

Dalam satu momen, Cristiano merespons dengan mengatakan “hijos de puta” terhadap mereka yang mencemooh dirinya. Dalam bahasa Indonesia, kalimat tersebut berarti “anak pelacur”.

(red/udhi/wi/nggoro/YDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!