Pemerintah Sahkan Dekrit Korupsi, Rumania Dihantam Demo Besar

redaksi.co.id - Pemerintah Sahkan Dekrit Korupsi, Rumania Dihantam Demo Besar Demo super besar terjadi di Rumania. 200 ribu orang turun ke jelan memprotes pemerintah yang dituding...

31 0

redaksi.co.id – Pemerintah Sahkan Dekrit Korupsi, Rumania Dihantam Demo Besar

Demo super besar terjadi di Rumania. 200 ribu orang turun ke jelan memprotes pemerintah yang dituding mendeskriminalisasi beberapa kasus pelanggaran korupsi.

Unjuk rasa tersebut bahkan disebut-sebut lebih besar jumlahnya dari demonstrasi untuk menjatuhkan pemerintahan komunis pada 1989 lalu.

Ratusan ribu massa turun di jalan utama ibukota Bucharest. Mereka meneriakan yel-yel anti pemerintahan seperti ‘pencuri’ dan ‘mundur’.

Demonstrasi ini pun berujung kericuhan. Hal tersebut pecah usai beberapa demonstran melempari petugas keamanan dengan batu, botol dan petasan.

Kepolisian Rumania tak tinggal diam. Mereka membalas serangan dengan melemparkan gas air mata. Akibatnya, sejumlah polisi dan pendemo menderita luka ringan.

Pemerintah sayap kiri Rumania yang dipimpin PMr Sorin Grindeanu dari Partai Sosial Demokrat (PSD) mengatakan, perlu mengurangi jumlah tahanan. Namun ia dikritik karena hanya membebaskan kroninya saja.

Pemerintah mendapat kecaman usai mengesahkan dekrit kontroversial. Otoritas negara tersebut mendeskriminalisasi beberapa kasus korupsi dan membuat kebijakan baru terkait penyalahgunaan kekuasaan hanya akan dipenjara jika kerugian negara mencapai US$ 47,500 atau Rp 635,4 juta.

Belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Rumania soal protes besar ini. Namun, lewat facebook, Menteri Kehakiman Florin Iordache mengeluarkan pembelaannya.

“Tidak ada rahasia, perbuatan bertentangan dengan moral terkait dekrit darurat ini,” ucap Florin Iordache seperti dikutip dari yahoonews, Kamis (2/2/2017).

Dekrit darurat ini dikecam karena menguntungkan beberapa politikus. Termasuk, pejabat yang ada di partai penguasa pemerintah Sosial Demokrat (PSD).

Pemimpin PSD Liviu Dragnea diketahui tengah berurusan dengan hukum karena penyalahgunaan kekuasaan.

Dragnea yang sekarang sudah tidak di non-aktifkan sementara waktu, dituding terseret kasus penyuapan dalam pemilu tahun lalu. Kasus ini menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 345,9 juta.

(red/urista/urnamasari/NP)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!