30 Penerbangan Terdampak Penutupan Runway Bandara Adisutjipto

redaksi.co.id - 30 Penerbangan Terdampak Penutupan Runway Bandara Adisutjipto Penutupan runway Bandara Adisutjipto menyebabkan sejumlah penerbangan ke dan dari Yogyakarta terhambat. Menurut General Manager AP I...

17 0

redaksi.co.id – 30 Penerbangan Terdampak Penutupan Runway Bandara Adisutjipto

Penutupan runway Bandara Adisutjipto menyebabkan sejumlah penerbangan ke dan dari Yogyakarta terhambat. Menurut General Manager AP I Bandara Adisutjipto, Agus Pandu Purnama, setidaknya ada sekitar 30 penerbangan yang terdampak akibat penutupan tersebut.

“Sampai jam tiga nanti, ada 30-an penerbangan yang terdampak. Sebagian ada yang dialihkan ke Solo, dan sebagian lainnya di-cancel,” katanya saat ditemui di Bandara Adisutjipto, Kamis (2/2). Ia mengatakan, ada sekitar tiga sampai empat ribu penumpang yang gagal terbang hari ini. ()

Sedangkan semalam, penumpang yang gagal terbang berjumlah 2.400 orang. Adapun penumpang tersebut sudah dialihkan keberangkatannya ke Bandara Adisumarno Solo.

Pukul 23.00 (1/2) AP I Bandara Adisutjipto mengerahkan 14 bus untuk mengangkut para penumpang dari lima penerbangan, yakni Sriwijaya dua, Lion Air dua, Garuda satu. Agus mengatakan, hari ini pun AP I Bandara Adisutjipto akan memfasilitasi keberangkatan penumpang yang dialihkan ke Solo. “Kami sudah siapkan bus,” katanya.

Adapun seluruh penerbangan dari berbagai bandara dengan tujuan Yogyakarta sudah dialihkan ke Solo. Pengalihan tersebut, menurut Agus, sudah disetujui Kementerian Perhubungan.

Ia mengemukakan, tergelincirnya Pesawat Garuda 258 terjadi akibat cuaca buruk. Sedangkan landasan di Bandara Adisutjipto sudah memenuhi standar untuk pesawat besar. “Roda pesawatnya masuk ke tanah sekitar 40 sampai 50 sentimeter,” katanya.

Sementara badan pesawat berada 2,5 meter ke dalam runway. Sehingga menghalangi pesawat lain yang hendak landas. Oleh karena itu, proses evakuasinya pun membutuhkan waktu yang cukup lama. Karena harus ada proses penggalian roda yang masuk ke dalam tanah.

(red/ris/ahyudianto/AW)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!