WN China Bawa Nerkoba Jenis Baru Namanya Blue Safir dan Snow White

redaksi.co.id - WN China Bawa Nerkoba Jenis Baru Namanya Blue Safir dan Snow White Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap peredaran narkotika jenis 4-Klorometkatinona (4-CMC).Narkotika jenis baru...

63 0

redaksi.co.id – WN China Bawa Nerkoba Jenis Baru Namanya Blue Safir dan Snow White

Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap peredaran narkotika jenis 4-Klorometkatinona (4-CMC).

Narkotika jenis baru ini diselundupkan dari Tiongkok melalui perusahaan jasa titipan. Kepala BNN Komjen Budi Waseso menerangkan, kasus ini terungkap dari informasi petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, yang menginformasikan adanya paket mencurigakan dari Tiongkok pada 13 Januari 2017.

“Dari hasil pemeriksaan, diketahui paket itu berisi narkotika jenis 4-CMC, dan akan dikirim ke sebuah alamat di Tangerang,” ujar pria yang akrab disapa Buwas itu, di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (2/2/2017).

Tim BNN kemudian melakukan pengembangan dengan control delivery. Paket pertama berisi 25 liter katinon, diketahui dikirim ke sebuah ruko di kawasan Boulevard Blok C 15, BSD, Tangerang.

Paket lainnya sebanyak 25 liter katinon dikirim ke sebuah ruko di kawasan Gading Serpong, Tangerang. Dari hasil pengembangan itu, BNN mengantongi nama Edi Pidono Phe alias Edi dan Hendro.

“Tim langsung melakukan pergerakan dan mengamankan Edi Pidono di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa 17 Januari, sesaat setelah dia mendarat dari Singapura. Sementara tersangka lain bernama Hendro juga diamankan di terminal 2, sehari sesudahnya saat pulang dari Singapura,” beber Komjen Buwas.

Buwas menerangkan, 4-CMC merupakan senyawa sintetik turunan katinon berbentuk kristal warna putih. Namun, bentuk edarnya di Indonesia secara ilegal biasanya dalam bentuk cairan berwarna biru dengan kemasan jual ‘Blue Safir’.

“Balai Lab BNN juga berhasil mengidentifikasi beberapa bentuk edar lainnya, yaitu cairan warna cokelat, cairan bening dalam kemasan botol warna hijau, dan cairan berwarna kuning,” jelasnya.

Buwas menambahkan, cairan tersebut berbahaya bagi kesehatan, karena mempunyai efek stimultan seperti sabu. Pengguna akan merasa euforia, senang, percaya diri, semangat dan aktif, pusing, gelisah, halusinasi, insomnia, dilatasi pupil, hingga berbicara melantur.

“Pada dosis tinggi dapat meningkatkan tekanan darah, kejang, bahkan stroke dan koma,” tuturnya.

Salah satu cara menggunakan zat ini adalah dengan mencampurkan ke dalam berbagai jenis minuman, baik beralkohol maupun tidak, untuk menimbulkan efek ‘fly’.

“Pada kasus ini dari pengakuan tersangka, 50 liter 4-CMC akan dikeringkan hingga menjadi serbuk. Saat jadi serbuk, 50 liter akan menjadi seberat 42 kilogram,” ungkap Buwas.

Buwas menambahkan, tidak ada takaran pasti berapa komposisi 4-CMC dicampur dalam minuman. Namun, dari pengakuan tersangka, serbuk ini dapat dikemas lagi menjadi cairan siap saji sebagai campuran minuman.

Setiap 1 kilogram serbuk, menurut pengakuan tersangka, dapat menghasilkan 1.200 botol siap saji dengan volume 15 mililiter per botol.

“Jadi, total 42 kil gram serbuk bisa hasilkan 50.400 botol siap saji. Menurut pengakuan mereka, di pasaran, minuman yang telah dicampur serbuk ini bermerek dagang Snow White, dan dibanderol Rp 600 ribu per gelas,” terang Buwas.

Para tersangka dijerat UU 35/2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup. (Feryanto Hadi)

(red/aini/J)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!