Komnas HAM Masih Berupaya Kasus Seputar Tahun 1965 Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

redaksi.co.id - Komnas HAM Masih Berupaya Kasus Seputar Tahun 1965 Diselesaikan Lewat Jalur Hukum Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tidak pernah menyetujui kasus pelanggran...

17 0

redaksi.co.id – Komnas HAM Masih Berupaya Kasus Seputar Tahun 1965 Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tidak pernah menyetujui kasus pelanggran HAM masa lalu, termasuk kasus peristiwa 1965 dituntaskan melalui jalur nonyudisial.

Hal itu ditegaskan Ketua Komnas HAM, Imdadun Rahmat.

“Jadi tidak benar (informasi) jika Komnas HAM telah mencabut proses justicia-nya,” ujar Imdadun Rahmat dalam konferensi pers di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Kamis (02/02/2017).

Pernyataan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu akan ditempuh melalui jalur nonyudisial dikatakan Mennteri Kordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto di kantornya, Senin (30/1/2017).

Wiranto yang menggelar konpres setelah mengundang pimpinan Komnas HAM ke kantornya membahas kasus pelanggaran HAM masa lalu, mengatakan selain kasus Wamena dan Wasior, kasus pelanggaran HAM berat masa lalu lainnya akan diselesaikan melaui jalur nonyudisial.

Dalam konferensi pers tersebut juga hadir Imdadun Rahmat.

Dalam konferensi pers di kantor Komnas HAM, Imdadun Rahmat menegaskan bahwa Komnas HAM tidak pernah bergabung dengan tim pemerintah yang menangani kasus pelanggaran HAM masa lalu.

Komnas HAM belum menutup proses penanganan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu.

Komisioner Komnas HAM yang menangani kasus pelanggaran HAM berat masa lalu, Roichatul Aswidah, menambahkan pihaknya masih terus melakukan penyempurnaan berkas.

Dikatakan dia, kasus-kasus pelanggaran HAM berat masa lalu seperti peristiwa tahun 1965, Talanngsari, Tanjung Priok, dan kerusuhan 1998, hingga kini masih berproses.

“Namun demikian hingga kini belum ada titik temu antara penyelidik dan penyidik terkait dengan berbagai maslah yang bersifat teknis hukum,” katanya.

(red/ahyu/etyo/armawan/WSD)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!