Kurs Rupiah Melemah Terpengaruh Sentimen Suku Bunga AS

redaksi.co.id - Kurs Rupiah Melemah Terpengaruh Sentimen Suku Bunga AS Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat (3/2) dibuka melemah 0,14 persen atau 19...

20 0

redaksi.co.id – Kurs Rupiah Melemah Terpengaruh Sentimen Suku Bunga AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat (3/2) dibuka melemah 0,14 persen atau 19 poin di kisaran Rp 13.370 per dolar AS.

Sebelumnya rupiah ditutup terapresiasi 17 poin atau 0,13 persen ke posisi Rp 13.351 per dolar AS, setelah diperdagangkan pada kisaran Rp13.347 – Rp13.386 per dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan rupiah pada hari ini diperkirakan berada di kisaran Rp 13.338-13.381 per dolar AS.

“Dolar AS naik tipis di tengah optimisme dari pidato Ketua The Fed Janet Yellen yang masih membuka peluang kenaikan suku bunga acuannya di masa depan,” kata ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Kamis.

Ia menambahkan bahwa kenaikan dolar AS juga terbantu oleh data ISM manufacturing di Amerika Serikat yang naik ke 56 pada Januari 2017 dari 54,5 pada periode sebelumnya. Di sisi lain, kata dia, inflasi Januari 2017 yang naik melebihi estimasi turut menahan laju rupiah, apalagi kondisi dolar AS di pasar global cenderung mengalami penguatan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi Januari 2017 mencapai 0,97 persen, dan tingkat inflasi tahun ke tahun (year on year) sebesar 3,49 persen.

Kendati demikian, ia mengatakan bahwa laju dolar AS relatif masih terbatas menyusul adanya potensi intervensi dari pemerintah Amerika Serikat untuk memanipulasi kurs. Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menambahkan bahwa laju mata uang rupiah mengalami pelemahan seiring dengan sebagian pelaku pasar uang yang memanfaatkan untuk aksi ambil untung mengingat mata uang domestik telah mengalami penguatan terhadap dolar AS dalam beberapa hari terakhir ini. “Namun demikian, tetap kami harapkan agar pelemahan tersebut dapat lebih terbatas agar tidak membentuk tren pelemahan lebih dalam,” katanya.

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!