Survei Ungkap Kecenderungan Politik Generasi Millenial

redaksi.co.id - Survei Ungkap Kecenderungan Politik Generasi Millenial Tim akademisi dari University of Sheffield dan University of Southampton mengungkap kecenderungan sikap politik generasi millenial di Inggris....

23 0

redaksi.co.id – Survei Ungkap Kecenderungan Politik Generasi Millenial

Tim akademisi dari University of Sheffield dan University of Southampton mengungkap kecenderungan sikap politik generasi millenial di Inggris. Mereka yang lahir antara pertengahan 1980-an hingga awal 2000 disebut banyak menganut pandangan politik sayap kanan dan otoritarian.

Hasil tersebut dianalisis dari Survei Perilaku Sosial Inggris periode 1985 sampai 2012. Dibandingkan beberapa generasi sebelumnya, kaum millenial didapati semakin bersikap kanan dalam mendukung sejumlah kebijakan atau isu, termasuk redistribusi kekayaan dan kesejahteraan.

Faktor yang melatarbelakangi, ujar para peneliti, termasuk siapa pemerintahan yang berkuasa saat tumbuh kembang seseorang. Tim mencontohkan, mereka yang saat ini berusia 41 sampai 58 tahun cukup dipengaruhi pandangannya oleh kepemimpinan bergaya “sayap kanan” Perdana Menteri Margaret Thatcher.

Selanjutnya, mereka yang kini berusia 27 sampai 40 tahun disebut sebagai “anak-anak Blair”. Era kepemimpinan Perdana Menteri Tony Blair dan berkuasanya Partai Buruh itu makin membuat mereka punya pandangan ‘sayap kanan’.

Rangkuman survei pun menunjukkan penurunan proporsi pemilih yang setuju “pemerintah harus mendistribusikan ulang pendapatan negara”, dari 45 persen pada 1987 menjadi 36 persen pada 2009. Persentase masyarakat yang mengatakan “pemerintah harus lebih banyak memberi manfaat” juga turun dari 55 persen pada 1987 menjadi 27 persen pada 2009.

Profesor Stephen Farrall, anggota tim akademisi dari University of Sheffield juga mengungkap temuan mengenai kecenderungan generasi millenial Inggris di bidang sosial dan ekonomi. Generasi yang lebih muda disebut bersikap lebih empatik secara sosial, namun lebih liberal di bidang ekonomi.

“Mereka jauh lebih bisa menerima keberagaman dalam berbagai bidang di kehidupan bermasyarakat, sekaligus menjadi lebih menerima adanya ketimpangan ekonomi,” ujar Farrall kepada laman The Independent.

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!