KPK Benarkan Ada Perkembangan Tersangka di Suap Proyek Jalan PUPR

redaksi.co.id - KPK Benarkan Ada Perkembangan Tersangka di Suap Proyek Jalan PUPR Juru Bicara KPK, Febri Diansyah membenarkan adanya perkembangan jumlah tersangka di kasus suap proyek...

33 0

redaksi.co.id – KPK Benarkan Ada Perkembangan Tersangka di Suap Proyek Jalan PUPR

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah membenarkan adanya perkembangan jumlah tersangka di kasus suap proyek jalan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Memang dalam kasus PUPR ini ada perkembangan. Kami sudah menangani sejak OTT dilakukan pada Januari 2016 lalu. Penetapan tersangka dalam proses penyidikan dilakukan jika terdapat bukti permulaan yang cukup,” terang Febri, Jumat (3/2/2017).

Menurut informasi, dua tersangka baru di kasus ini ialah Yudi Widiana dan Musa Zainuddin. Keduanya adalah anggota DPR RI.

Dikonfirmasi soal hal itu, Febri enggan menjelaskan rinci. Pihaknya akan memastikan ke penyidik soal kebenaran nama-nama yang beredar menjadi tersangka.

“Harus dipastikan dulu informasi itu. Pengumuman akan segera dilakukan segera, baik nama ataupun sangkaan pasal terhadap tersangka. Saat ini kami belum dapat mengkonfirmasi nama-nama yang beredar,” ucap Febri.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo enggan membeberkan detail soal penetapan tersangka.

Namun pihaknya tidak menampik di kasus ini sudah dilakukan gelar perkara dan ada penambahan tersangka.

“Memang waktu itu sempat ekpose, nanti biar jubir yang menjelaskan,” tambahnya.

Untuk diketahui kasus ini berasal dari adanya Operasi Tangkap Tangan pada Januari 2016 silam terhadap Damayanti Wisny Putranti.

Selain Damayanti, KPK juga menangkap dua rekan Damayanti yakni Julia P dan Dessy Edwin. Mereka disangkakan menerima suap dari Abdul Khoir yang juga ditangkap.

Kasus berkembang dengan penangkapan tersangka lain, yakni Budi Supriyanto, Amran, Andi Tito dan sok Kok Seng.

Dalam beberapa kali persidangan, nama Yudi dan Musa sering disebut sebagai pihak yang ikut serta menerima uang suap miliaran rupiah.

(red/atno/wi/anto/RDS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!