Posisi Wadirut di Pertamina Dihapus

redaksi.co.id - Posisi Wadirut di Pertamina Dihapus Menteri badan Udaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menghapus posisi wakil direktur utama (wadirut) di PT Pertamina (Persero). Posisi...

26 0

redaksi.co.id – Posisi Wadirut di Pertamina Dihapus

Menteri badan Udaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menghapus posisi wakil direktur utama (wadirut) di PT Pertamina (Persero). Posisi wadirut yang dihapus tersebut cukup muda karena baru ada sejak Oktober 2016. Artinyaposisi tersebut hanya berusia kurang lebih empat bulan.

Komisaris Utama Pertamina Tanri Abeng mengatakan, penghapusan posisi wakil direktur utama ini berbarengan dengan pemberhentian Dwi Soetjipto dari posisi direktur utama (Dirut) Pertamina dan Ahmad Bambang dari posisi Wadirut Pertamina.

“Memang dalam organisasi paling penting kami di Dewan Komisaris adanya team work. Cuma memang struktur itu mengganjal akan terjadinya kerja sama tim yang efektif. Oleh karenanya kami menghargai RUPS hari ini meniadakan posisi wadirut itu,” kata Tanri di Kementerian BUMN, Jumat (3/2/2017).

Dengan adanya perubahan komposisi Direksi di Pertamina ini, Tanri mengaku nantinya akan melakukan penyesuaian AD/ART yang ada di internal perusahaan.

Di kesempatan yang sama, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Jasa Konsultasi Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengungkapkan adanya jabatan Wadirut di Pertamina dikarenakan saat itu sangat dibutuhkan.

Sesuai dengan alasan Menteri BUMN, Wadirut dilahirkan untuk menghubungkan sektor hulu dengan sektor hilir di internal Pertamina. Namun diakuinya, dalam pelaksanaannya, justru jabatan ini memperlambat pengambilan keputusan di Pertamina.

“Kan masalah kerja sama dan kekompakan perlu dijaga, jadi kalau misalnya menejemen tidak berani mengambil keputusan banyak yang tertunda, maka projek itu akan tertinggal. Jadi masalah kecepatan mengambil keputusan itu akan menentukan Pertamina ke depan,” papar Gatot.

Sampai saat ini, pihaknya menyatakan akan berkomunikasi dengan Dewan Komisaris Pertamina untuk membentuk AD/ART yang baru dan menunjuk Direktur Utama definitif.

“Apakah Direksi akan 8 atau nanti dikembalikan ke 7 nanti kita lihat dulu. Kita coba akan carikan model lain untuk menjembatani hulu dengan hilir ini. Kita ada waktu 30 hari ke depan, kalau bisa kurang dari itu,” tutup Gatot. (Yas/Gdn)

(red/udhi/wi/nggoro/YDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!