Dubai Kembali Hadirkan Proyek Ambisius Rp 9,8 Triliun

redaksi.co.id - Dubai Kembali Hadirkan Proyek Ambisius Rp 9,8 Triliun Dari gedung pencakar langit yang menjulang tinggi sampai mal dengan fasilitas ski gunung dalam ruangan, Dubai,...

104 0

redaksi.co.id – Dubai Kembali Hadirkan Proyek Ambisius Rp 9,8 Triliun

Dari gedung pencakar langit yang menjulang tinggi sampai mal dengan fasilitas ski gunung dalam ruangan, Dubai, Uni Emirat Arab tampaknya terobsesi dengan gagasan “lebih besar dan lebih baik.”

Akhir tahun lalu, muncul proyek yang juga ambisius dengan biaya spektakuler, yaitu sebuah kanal.

Resmi dibuka November 2016 dengan banyak fitur yang masih dalam pengerjaan, Dubai Water Canal adalah jawaban atas kebutuhan rekreasi air yang menawarkan kemewahan maksimal.

Dirancang sepanjang 1,8 mil (2,8 kilometer), kanal sedalam 20 kaki (6 meter) ini menghubungkan Business Bay Dubai dengan Teluk Arab.

Awalnya, proyek ini diinisiasi oleh almarhum Sheikh Rashid bin Saeed. Kemudian anaknya, Sheikh Mohammed, mengawasi penyelesaian proyek, dengan biaya sekitar 735 juta dollar AS (Rp 9,8 triliun).

Membentang dan menyusuri beberapa kota, kanal ini meliputi lebih dari 262.000 kaki persegi (2,4 hektar) ruang marina pribadi.

Fasilitas ini adalah yang paling ditunggu-tunggu para elite Dubai yang ingin memperluas kepemilikan apartemen mewah lengkap dengan kapal pesiarnya.

Bagi para penduduk setempat dan wisatawan yang tidak memiliki apartemen pribadi dapat menikmati tepi pantai, termasuk balkon yang dihias dengan bangku-bangku dan tanaman indah dalam pot.

Tidak hanya itu, fitur ini juga termasuk penambahan teknologi tinggi seperti pencahayaan LED dan stasiun pengisian daya ponsel.

Pejalan kaki bisa menyusuri salah satu dari lima jembatan yang melintasi air, yang menjadi obyek andalan Water Canal.

Jembatan di Sheikh Zayed Road berpemandangan air terjun buatan, yang beroperasi secara teratur selama malam hari dan menciptakan kesan dramatis saat kapal pesiar lewat di bawahnya.

Setelah selesai, proyek ini juga mencakup sebuah taman pantai di daerah Jumeirah dan dikelilingi berbagai pembangunan perumahan, lintasan lari, serta banyak tanaman hijau.

Tur kapal pesiar tersedia, dengan interior dari kayu mahoni dan kulit serta tentu saja, dilengkapi pendingin udara dan fitur mewah lainnya.

Penulis: Arimbi Ramadhiani

Editor: Hilda B Alexander

Sumber:

Copyright Kompas.com

(red/ovi/riawan/NT)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!