Sukses Jadikan SMP Negeri 8 Kota Makassar Sekolah Favorit, Hikmah Manganni, SPd, MPd Raih Penghargaan

JAKARTA Redaksi.co.id -Memang, jika seseorang tak punya inspirasi dan inisiatif untuk melakukan sebuah gebrakan, maka mustahil akan terjadi perubahan.Selain itu, dibutuhkan keberanian menanggung risiko, jika suatu...

292 0

JAKARTA Redaksi.co.id -Memang, jika seseorang tak punya inspirasi dan inisiatif untuk melakukan sebuah gebrakan, maka mustahil akan terjadi perubahan.

Selain itu, dibutuhkan keberanian menanggung risiko, jika suatu terobosan nantinya gagal. Namun yang paling penting adalah, ketika semua itu didasari sebuah keyakinan untuk segera bertindak (action), dan bukan hanya ada dalam angan-angan semata.

Itulah gambaran Hikmah Manganni, SPd, MPd, Kepala Sekolah SMP Negeri 8 Kota Makassar, Sulawesi Selatan, ketika mulai memimpin sekolah yang tadinya biasa-biasa saja. Namun semua langkahnya itu berawal dari ketetapan hatinya untuk menjadi guru tahun 1989, dengan modal Diploma III.

Dalam penuturannya, pertama kali menjadi guru, dia mengabdi di Tana Toraja, hingga 8 tahun. Setelah itu, tahun 1997 dipindahkan ke kota Makassar. Dan setelah menyelesaikan S-1 dan S-2-nya di Universitas Negeri Makassar, barulah dia diangkat jadi Kepala Sekolah di SMP N 35 Kota Makassar tahun 2005.

Di SMPN 35, gebrakannya dimulai, dengan membawa sekolah tersebut menjadi Sekolah Berstandar Nasional dalam tempo 1 tahun 8 bulan. Dan sempat menjadi sekolah unggulan di Kota Makassar.

Tak cukup sampai disitu. Berdasarkan penilaian Kepala Disdik Kota Makassar, Manganni dipercaya memimpin SMPN 8 sejak tahun 2008. Kembali gagasan-gagasannya dituangkan untuk meningkatkan prestasi sekolah, hingga menjadi sekolah unggulan dan favorit.

Di SMPN 8, berbagai program untuk kemajuan sekolah berbasis lingkungan hidup, dengan level Sekolah Adiwiyata Nasional, yang membuahkan penghargaan dari Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Lingkungan Hidup, tahun 2012. Kepsek ini juga melakukan kemitraan dengan instansi lingkungan hidup Bogor, Jawa Barat, dan membina SMPN 14 Palu, untuk menjadi Sekolah Adiwiyata Nasional.

Selain itu, kerjasama dengan MPR RI yang berpusat di Gedung Parlemen Senayan Jakarta, dalam mensosialisasikan 4 pilar, yang digelar di sekolahnya. Manganni juga mendorong guru SMPN 8, menjadi juara guru berprestasi tingkat Nasional. Kemudian membimbing siswanya mewakili Provinsi, dalam lomba Vocal Grup tingkat Nasional yang dilaksanakan di Padang, Sumbar. Dan masih banyak prestasi siswa tingkat provinsi dan Nasional.

Sementara itu, yang cukup signifikan dilakukan waktu itu, menjadikan SMPN 8 sebagai SSN hingga Sekolah Berstandar Internasional (kendati sekarang RSBI sudah tidak ada lagi), sekaligus menjalankan program bilingual. Termasuk mengelola kelas akselerasi untuk 2 tahun.

Terbukti memang, ketika tahun 2008 mulai dipimpinnya, SMPN 8 masih menerima siswa pendaftar sebanyak 350-an. Namun beberapa tahun terakhir, grafik siswa pendaftar membludak menjadi 1500-an. Sedangkan yang diterima sesuai daya tampung sekolah, hanya sekitar 200-an lebih.

Selain itu, sebagai Kepala Sekolah, Manganni juga terpilih menjadi salah seorang Instruktur para calon Kepala Sekolah hingga tingkat Provinsi. Manganni juga merupakan salah seorang fasilitator dari tahun 2011-2013 (hanya 6 orang yang lolos seleksi di Kota Makassar), untuk Program Penyuluhan Perlindungan Anak, kerjasama ILO (International Labour Organization) dan UNICEF, salah satu badan di PBB (Persatuan Bangsa-bangsa). Dan beberapa predikat terbaik, juga disandangnya sebagai Kepala Sekolah.

Dengan segudang prestasi itu, maka tak salah lagi jika Lembaga Anugerah Prestasi Insani (Lembaga API), Jakarta menganugerahkan penghargaan Indonesian Awards Of Education 2015 kepada Manganni. Ada 22 tokoh penerima 3 kategori penghargaan dari pelosok Nusantara, dimana sebanyak 61 calon yang terjaring sebelumnya di tahap I, dan terseleksi menjadi 42 di tahap ke II dan terpilih 22 orang penerima penghargaan pada periode Mei 2015.

Penganugerahan penghargaan berupa Piala diberikan oleh Ketua Dewan Pembina Lembaga Anugerah Prestasi Insani (dari Yayasan Anugerah Prestasi Insani), Jakarta, Prof. DR. H.B Katili, MM; pengalungan lencana oleh Anggota Dewan Penasehat, S. Nasution, SE, MM dan pemberian sertifikat pigura oleh Chairman Lembaga API, Danny PH Siagian, SE, MBA, MM, yang didamping Ketua Pelaksana, Moody J. Prang, SE. Acara digelar di Ballroom, Grand Cempaka Hotel, Jakarta Pusat, pada Jumat (08/05/2015) malam.

Menjawab pertanyaaan wartawan, suami dari PNS dan ayah 4 anak ini mengatakan, tidak pernah menyangka ada lembaga independen yang memperhatikan apa yang ia lakukan di daerah, hingga menominasikannya menerima penghargaan.

“Saya sangat bangga atas penghargaan ini. Saya tidak pernah menyangka Lembaga Anugerah Prestasi Insani, akan mengapresiasi kami yang mengabdi dibidang pendidikan di daerah,” ungkapnya usai menerima penghargaan di Grand Cempaka Hotel.

Bahkan saat ditanya keinginannya ke depan, pria handsome yang kini sedang menyelesaikan program Doktor (S-3) di bidang pendidikan ini, masih punya keinginan untuk bisa terlibat dalam pengembangan pendidikan di kancah Nasional.

“Harapan saya ke depan, saya masih ingin terlibat dalam pengembangan pendidikan di kancah Nasional,” pungkasnya mantap. (DANS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!