Empat Pemain Gratisan yang Bisa Jadi "Marquee Player" di Indonesia

redaksi.co.id - Empat Pemain Gratisan yang Bisa Jadi "Marquee Player" di Indonesia Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah memberlakukan aturan marquee player untuk kompetisi Liga...

117 0

redaksi.co.id – Empat Pemain Gratisan yang Bisa Jadi "Marquee Player" di Indonesia

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah memberlakukan aturan marquee player untuk kompetisi Liga 1.

Hal itu bertujuan untuk meningkatkan antusiasme penonton menyaksikan liga yang dimulai pada 15 April 2017 itu.

“Ini bagus karena pemain bola di Indonesia masih kurang,” ujar Ketua Umum PSSI Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi di Jakarta, Kamis (16/3/2017).

Hanya, ada sejumlah batasan untuk kategori marquee player. Dijelaskan PSSI, pemain itu harus berumur di bawah 35 tahun, pernah bermain setidaknya di Piala Dunia atau pernah bermain di salah satu dari delapan liga elite internasional, dan bisa berasal dari negara mana saja.

FOTO: Kevin Grosskreutz (kiri) dan Roman Weidenfeller merayakan kesuksesan tim nasional (timnas) Jerman menjuarai Piala Dunia 2014 di Berlin, 15 Juli 2014.MARKUS GILLIAR/POOL/AFP

Salah satu contohnya adalah Michael Essien yang dikontrak Persib Bandung. Gelandang berusia 33 tahun itu sempat membela tim nasional (timnas) Ghana pada Piala Eropa 2006.

Persib terbantu karena Essien berstatus tanpa klub, sehingga tidak perlu mengeluarkan uang untuk transfer.

Inilah kesulitannya. Tidak mudah mencari pemain yang memenuhi kriteria seperti Essien, tetapi berstatus bebas transfer.

Untuk itu, Kompas.com coba merangkum sejumlah nama besar yang berstatus tanpa klub dan memenuhi syarat marquee player versi PSSI.

Sejumlah pemain besar seperti Didier Drogba, Dimitar Berbatov, dan Robbie Keane dicoret dari daftar karena berumur di atas 35 tahun.

Berikut ini adalah nama-namanya:

Kevin Grosskreutz

Nama Kevin Grosskreutz tidaklah asing untuk pecinta sepak bola Jerman. Dia pernah membela Borussia Dortmund dan timnas Jerman.

Pemain serbabisa berusia 28 tahun itu tidak cuma pernah terlibat Piala Dunia, tetapi menjuarai turnamen empat tahunan itu pada 2014.

Dia terdaftar dalam skuad Jerman asuhan Joachim Loew saat itu, meskipun tidak pernah diturunkan sama sekali selama turnamen.

Tidak mudah buat klub kontestan Liga 1 mendatangkan Grosskreutz. Menurut Transfermarkt, nilai pasarnya mencapai 1,25 juta euro (sekitar Rp 17,9 miliar) atau lebih besar 400.000 euro daripada Essien.

Klub Liga 1 yang meminati Grosskreutz, tentu tidak perlu mengeluarkan uang sebesar itu karena sang pemain berstatus tanpa klub. Hanya, nilai pasar juga bisa menjadi bayangan besaran kontrak pemain nantinya.

Masalah lainnya, Grosskreutz belum tentu bersedia untuk kembali bermain sepak bola. Dia sempat terlibat sebuah perkelahian di Jerman hingga mendapatkan pemutusan kontrak dari Stuttgart pada Februari 2017.

Setelah itu, dia menyatakan, “Saya tidak ingin menjalani segala hal yang berhubungan dengan sepak bola saat ini.”

Oleg Gusev

Oleg Gusev tergolong kenyang pengalaman di Eropa. Meski tidak pernah merumput di lima liga besar, dia sempat mencicipi Liga Champions dan Liga Europa bersama Dynamo Kyiv.

Pemain sayap berusia 33 tahun itu juga memenuhi syarat marquee player karena tercatat sebagai anggota timnas Ukraina pada Piala Dunia 2006.

Gusev selalu bermain sebagai bek kanan dari pertandingan fase grup hingga perempat final turnamen tersebut.

Nilai pasarnya pun lebih rendah daripada Grosskreutz, yaitu “cuma” 1 juta euro.

Hanya, nama Gusev mungkin tidak setenar Essien, sehingga diragukan untuk mendongkrak semarak Liga 1.

FOTO: Oleg Gusev merayakan kemenangan Ukraina atas Swiss lewat adu penalti pada partai babak 16 besar Piala Dunia 2006, 26 Juni 2006.PATRIK STOLLARZ/AFP

Lassana Diarra

Inilah sosok termahal di daftar pemain bebas transfer saat ini. Harga pasarnya mencapai 5 juta euro.

Maklum, curriculum vitae gelandang berusia 32 tahun itu tergolong mentereng. Dia sempat membela Chelsea, Arsenal, dan Real Madrid.

Diarra juga sempat menjalani 34 pertandingan bersama timnas Perancis.

Akan tetapi, pemain kelahiran Paris itu belum pernah menjalani Piala Dunia. Dia cuma masuk skuad Perancis untuk Piala Eropa 2008 tanpa pernah diturunkan sama sekali.

Julio Baptista

Pamor Julio Baptista cukup mentereng. Dia pernah menjadi andalan Real Madrid, Arsenal, AS Roma, dan Sevilla.

Bersama klub-klub tersebut, Baptista sempat mengarungi enam edisi Liga Champions.

Syarat tampil di Piala Dunia juga dipenuhi Baptista ketika membela timnas Brasil pada edisi 2010.

Dengan nilai pasar 750.000 euro atau tidak berbeda jauh dengan Essien, pemain kelahiran Sao Paulo itu diprediksi klop dengan kas klub-klub Liga 1.

Hanya, usianya bakal menginjak 36 tahun pada Oktober. Klub peminat bisa jadi berpikir ulang karena umur sang pemain.

Penulis: Anju Christian

Editor: Aloysius Gonsaga AE

Sumber:

Copyright Kompas.com

(red//ainuddin/MZ)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!