Ini Tantangan Ekonomi Indonesia 2017 Versi Bank Dunia

redaksi.co.id - Ini Tantangan Ekonomi Indonesia 2017 Versi Bank Dunia Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,2 persen pada tahun 2017. Pondasi ekonomi yang kuat...

50 0

redaksi.co.id – Ini Tantangan Ekonomi Indonesia 2017 Versi Bank Dunia

Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,2 persen pada tahun 2017. Pondasi ekonomi yang kuat dan harga komoditas yang lebih tinggi dipandang bakal mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini.

Meskipun demikian, Bank Dunia memandang masih ada beberapa risiko yang dapat menjadi tantangan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini. Risiko tersebut berasal baik dari dalam negeri maupun eksternal.

Ke depan terdapat tantangan dalam jangka pendek. Ada tantangan politik dan kepastian kebijakan, kata Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo Chaves di Jakarta, Rabu (22/3/2017).

Dalam laporan bertajuk Indonesia Economic Quarterly yang dirilis hari ini, Bank Dunia menyatakan beberapa risiko eksternal yang dapat memberikan risiko penurunan atau downside risk yang signifikan antara lain perubahan besar dalam kebijakan perdagangan di antara negara-negara maju.

Selain itu, ada pula perubahan yang tidak terduga dalam kebijakan moneter di Amerika Serikat. Risiko lainnya adalah ketidakpastian politik Eropa. Hal ini terkait proses keluarnya Inggris dari keanggotaan Uni Eropa dan ketidakpastian terkait pemilihan umum di beberapa negara Eropa, antara lain di Belanda dan Perancis.

FOTO: Bank Duniasetkab.go.id

Dari dalam negeri, beberapa risiko terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah meningkatnya inflasi di dalam negeri. Bank Dunia memprediksi inflasi indeks harga konsumen (IHK) pada tahun 2017 menjadi 4,3 persen dari 3,5 persen pada tahun 2016 lalu.

Karena adanya kenaikan tarif listrik dan pajak kendaraan bermotor. Namun demikian, inflasi diproyeksikan akan menurun pada tahun 2018 oleh karena hilangnya efek kenaikan harga, tulis Bank Dunia dalam laporannya.

Selain itu, hal lain yang dipandang sebagai risiko terhadap pertumbuhan ekonomi adalah penerimaan fiskal yang lemah. Bank Dunia mencatat, pada tahun 2016 penerimaan dari program amnesti pajak meningkatkan penerimaan secara keseluruhan.

Akan tetapi, penerimaan dari sektor non-amnesti pajak melemah pada tahun 2016, ungkap Bank Dunia.

Penulis: Sakina Rakhma Diah Setiawan

Editor: M Fajar Marta

Copyright Kompas.com

(red/ris/ahyudianto/AW)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!