Jika Angkotnya Gratis, Sopir KWK Dapat Uang dari Mana?

redaksi.co.id - Jika Angkotnya Gratis, Sopir KWK Dapat Uang dari Mana? PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) dan Koperasi Wahana Kalpika (KWK) baru saja menandatangani nota kesepahaman pada...

55 0

redaksi.co.id – Jika Angkotnya Gratis, Sopir KWK Dapat Uang dari Mana?

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) dan Koperasi Wahana Kalpika (KWK) baru saja menandatangani nota kesepahaman pada Rabu (22/3/2017). Isinya kesepakatan bahwa angkot-angkot KWK akan jadi angkutan pengumpan bagi layanan bus transjakarta.

Nantinya akan ada kartu khusus untuk pelanggan transjakarta agar bisa naik angkot KWK gratis pada waktu-waktu tertentu. Adanya layanan gratis ini tentu membuat sopir dilarang untuk menarik setoran dari penumpang.

Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono menjelaskan sistem pemasukan untuk sopir. Ia mengungkapkan, sistem integrasi yang berlaku dilakukan Transjakarta dengan cara menyewa angkot-angkot dari KWK. Uang sewa inilah yang kemudian digunakan KWK untuk membayar para sopirnya.

“Kita bikin standar pelayanan yang menguntungkan pengusaha. Sopirnya digaji juga. Nanti (besaran gajinya) kita akan atur dengan pengurus,” kata Budi.

FOTO: Acara penandatangan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara PT Transjakarta dan salah satu operator angkot, Koperasi Wahana Kalpika (KWK) di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (22/3/2017).Kompas.com/Alsadad Rudi

Budi belum bisa menyebutkan besaran sewa yang pihaknya bayarkan ke KWK. Sebab, ia menyebut penentuan besaran tarif harus dilakukan lewat lelang di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).

Jika pengumuman sudah tayang di situs e-katalog LKPP, maka pengurus KWK dapat mengurus tahapan penawaran hingga setujui oleh LKPP sehingga dapat dibayar oleh Transjakarta.

“Karena kami perusahaan BUMD, tentu punya pertanggung jawaban supaya hitung-hitungannya ini benar. Karena itu kami manfaatkan di LKPP,” ujar Budi.

Sementara itu, Ketua Umum KWK La Ode Djeni Hasmar menyatakan keputusan untuk berintegrasi dengan Transjakarta merupakan salah satu keputusan rapat anggota tahunan (RAT) kali ini.

Menurutnya, seluruh anggota dan pengurus KWK sudah sepakat untuk bekerja sama dengan Transjakarta.

“Kesepakatan ini bermakna besar bagi dua pihak. Transjakarta untung karena bisa melayani lebih banyak penumpang. Di sisi lain, sopir KWK tidak perlu pusing cari penumpang sendiri demi kejar setoran tiap hari,” ujar La Ode.

Penulis: Alsadad Rudi

Editor: Dian Maharani

Copyright Kompas.com

(red/udhi/wi/nggoro/YDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!