Walau turun, Bank Dunia nilai ekonomi RI positif

redaksi.co.id - Walau turun, Bank Dunia nilai ekonomi RI positif Bank Dunia (World Bank) menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini. Jika di Januari 2017 lalu...

62 0

redaksi.co.id – Walau turun, Bank Dunia nilai ekonomi RI positif

Bank Dunia (World Bank) menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini. Jika di Januari 2017 lalu Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi RI di level 5,3%, kini turun menjadi 5,2%. Tahun depan, pertumbuhan ekonomi diperkirakan sebesar 5,3%.

Walau lebih rendah dari perkiraan sebelumnya, Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia Rodrigo Chaves bilang, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini masih positif disebabkan kenaikan harga komoditas. “Pertumbuhan ekonomi naik pertama kali dalam 5 tahun terakhir. PDB 2016 bisa mencapai 5,02% dari 4,9% di 2015, itu kabar baik,” katanya dalam Indonesia Economic Quarterly, Senin (22/3).

Seiring kenaikan harga komoditas, pertumbuhan investasi swasta juga diperkirakan meningkat. Hal ini didukung efek pelonggaran moneter pada tahun 2016 serta reformasi ekonomi baru-baru ini. Harga komoditas yang lebih tinggi juga mengurangi kendala fiskal dan meningkatkan belanja pemerintah. Sedangkan penguatan pertumbuhan global meningkatkan ekspor.

Bank Dunia juga memprediksi pertumbuhan konsumsi rumah tangga meningkat karena nilai tukar rupiah cenderung stabil. Upah riil yang lebih tinggi dan angka pengangguran yang terus menurun juga memberi dukungan peningkatan daya beli.

Jaga momentum

Perkiraan pertumbuhan ekonomi Bank Dunia 2017 walau turun, namun lebih optimis dibandingkan lembaga lain. Pemerintah dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) 2017 hanya menargetkan pertumbuhan ekonomi 2017 sebesar 5,1%.

Bank Indonesia (BI) juga telah mengungkapkan pesimisme pertumbuhan ekonomi 2017. Jika sebelumnya BI yakin pertumbuhan ekonomi tahun ini di kisaran 5%-5,4%, kini turun jadi 5%-5,1%. Hal itu telah diungkapkan Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara. “Melihat kondisi saat ini lebih ke batas bawah,” katanya, Jumat (24/2).

Pesimisme BI ini didasari kondisi perekonomian di kuartal I-2017 yang belum bisa melaju kencang karena rendahnya kontribusi pengeluaran pemerintah dan swasta. Bahkan BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2017 bisa di bawah 5%.

Bank Mandiri juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2017 di posisi 5,1%. Kepala Ekonom Bank Mandiri Anton Gunawan bilang, ekonomi tahun ini belum bisa pulih cepat karena menghadapi sejumlah hambatan, seperti turunnya ekspektasi konsumen khususnya pendapatan tinggi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku target pertumbuhan sebesar 5,2%, seperti diperkirakan Bank Dunia masih bisa dicapai. Kita harus jaga agar momentumnya terbangun dan positif dari konsumsi, investasi, dan belanja pemerintah, katanya.

Sri yakin konsumsi akan terjaga dan bisa tumbuh di atas 5% jika inflasi terkendali. Sementara investasi diharapkan tumbuh di sekitar 6%. 5,2% bisa dicapai (achievable), pemerintah akan terus lakukan upaya dari sisi kebijakan sehingga momentum itu bisa terealisasi, ucapnya.

(red/urista/urnamasari/NP)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!