Kejar Penerimaan Devisa Wisata, Ini yang Dilakukan Pemerintah

redaksi.co.id - Kejar Penerimaan Devisa Wisata, Ini yang Dilakukan Pemerintah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pemerintah akan memprioritaskan penerimaan negara di sektor pariwisata,...

53 0

redaksi.co.id – Kejar Penerimaan Devisa Wisata, Ini yang Dilakukan Pemerintah

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pemerintah akan memprioritaskan penerimaan negara di sektor pariwisata, dengan cara meningkatkan potensi obyek wisata agar menarik banyak wisatawan asing untuk berkunjung.

Ia menargetkan dalam kurun waktu dua tahun ke depan pemerintah menargetkan penerimaan pariwisata hingga mencapai US$ 20 miliar.

Jenderal (Purn) Luhut Panjaitan usai memenuhi panggilan Presiden Jokowi di Wisma Negera, Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 23 Oktober 2014. TEMPO/Subekti.

“Industri pariwisata Indonesia, hampir 10 juta. Tahun 2019 kita mau 12 juta, penerimaan kita mau US$ 20 miliar. Kita akan ciptakan revenue paling tinggi. Paling banyak pariwisata, baru energi,” kata Luhut Binsar Pandjaitan saat memberikan keynote speech di acara Launching Festival Pesona Tambora 2017 di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis, 23 Maret 2017.

Menurut Luhut, berbicara mengenai luas daerah, potensi wisata Indonesia lebih luas dibandingkan negara lain. Namun penerimaan Indonesia di sektor pariwisata masih kalah dibandingkan dengan negara lain, salah satunya Thailand. Di negeri Gajah Putih itu, kata dia, meski hanya berpenduduk 70 juta, namun penerimaan pariwisata mereka mencapai US$ 45 miliar. Sedangkan Indonesia yang memiliki lebih dari 250 juta penduduk, hanya mampu menghasilkan US$ 11 miliar. “Kenapa itu? Luas daerah kita leading. Dia ( spending ) US$ 1.500 per turis kita US$ 1.000 per turis. Jadi masalah di sini, ini yg harus kita hadapi tantangan kita ini,” kata Luhut.

Karena itu untuk mendorong kemajuan industri pariwisata, Luhut mendorong setiap daerah untuk ikut mengembangkan potensi wisata daerahnya dengan menambah pembangunan infrastruktur. “Kalau kita mau maju tambah infrasuktur. Jadi kita harus bisa tingkatkan devisa. Kebersihan, ramah tamah, infrastruktur, kita harus bangun itu. Dan sekarang kita bangun dengan terpadu,” ujarnya.Salah satu yang disoroti Luhut adalah mengenai infrastruktur sederhana, pembangunan toilet. Yakni bagaimana mensosialisasikan kepada masyarakat di daerah wisata untuk menjaga dan membangun toilet yang bersih. “Masalah kesehatan, dokter, restoran yang bersih, WC, harus waspada pencemaran plastik. Indonesia itu nomor dua terjorok setelah Cina, ini bukan main-main,” katanya.DESTRIANITA

(red/ahyu/etyo/armawan/WSD)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!