Pengemudi Ojek Kucing Garong Bertaruh Nyawa demi Menyambung Hidup

redaksi.co.id - Pengemudi Ojek Kucing Garong Bertaruh Nyawa demi Menyambung Hidup Asap hitam knalpot mengepul di udara. Kamis (23/3) pagi, ratusan kendaraan berdesakan memenuhi gerbang Tol...

51 0

redaksi.co.id – Pengemudi Ojek Kucing Garong Bertaruh Nyawa demi Menyambung Hidup

Asap hitam knalpot mengepul di udara. Kamis (23/3) pagi, ratusan kendaraan berdesakan memenuhi gerbang Tol Timur Bekasi. Terlihat satu bus Mayasari jurusan Kampung Rambutan-Bekasi berhenti di depan gerbang tol. Penumpang mulai berhamburan memenuhi jalan. Puluhan pedagang kaki lima yang berjejer rapi di dekat besi pembatas gerbang tol mulai meneriakkan dagangannya.

Kumpulan motor yang sedari tadi terparkir di sela-sela pedagang mulai menghampiri bus. Bahkan ada yang nekat berhenti di depan bus hijau tersebut demi mendapatkan penumpang. “Biar cepet dapet penumpangnya,” ujar Hamidi saat berbincang dengan Republika.co.id, Kamis.

Hamidi adalah salah satu anggota kelompok “Ojek Kucing Garong”. Ojek Kucing Garong adalah kumpulan ojek yang biasa mengadang bus yang baru keluar dari gerbang tol.

Mereka tidak segan berhenti di dekat pintu bus, agar langsung mendapat penumpang. “Emang gitu narik penumpangnya, namanya juga Ojek Kucing Garong,” ucap Hamidi.

Meskipun berbahaya, Hamidi dan rekan Ojek Kucing Garong lainnya mengaku tidak keberatan dengan pekerjaannya. “Kalo jadi ojek biasa kayak di depan mah, dapet penumpangnya lama. Mendingan kayak gini,” jelas Hamidi.

Pria berusia 45 tahun ini mengatakan, telah menjadi Ojek Kucing Garong sejak 2005 lalu. Hamidi menuturkan, menjadi Ojek Kucing Garong diperlukan ketelitian dan kewaspadaan. “Soalnya kan kita ngejar penumpang, jadi harus hati-hati kalo lagi deketin bus,” ujar Hamidi.

Menurut dia, pekerjaan ini memang mengandung banyak risiko. Terlebih lagi, anggota Ojek Kucing Garong bukan termasuk anggota resmi yang diakui kepolisian setempat. “Dulu, waktu 2013 polisi sempet ngebubarin Ojek Kucing Garong. Gara-gara pernah ada yang meninggal kelindes bus,” tutur Hamidi.

Menurut Hamidi, korban yang meninggal, antara lain Yanto (35). Pria asal Tegal itu mengembuskan nafas terakhirnya setelah dilarikan ke RS Hermina Bekasi Timur.

Yanto merenggang nyawa setelah tergilas bus antarkota empat tahun lalu. Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB, Yanto nekat menghampiri bus jurusan Blok M-Bekasi dan berhenti tepat di depan bus. Sopir bus yang tidak mengetahui keberadaan Yanto segera melajukan busnya kembali, setelah seluruh penumpangnya turun.

Hamidi, yang merupakan saksi mata segera membawa tubuh Yanto setelah meminta pertanggungjawaban si sopir. Namun, nyawa Yanto tidak dapat diselamatkan.

Kejadian meninggalnya Yanto tidak membuat anggota Ojek Kucing Garong lantas berhenti dari pekerjaannya itu. “Kalo berenti, nanti anak istri makan apa?” ujar Hamidi.

Berbeda dengan Hamidi yang berprofesi sebagai Ojek Kucing Garong. Joni adalah anggota ojek resmi yang memiliki izin dari kepolisian Bekasi Timur. Joni mengaku lebih baik menunggu penumpang di tempat yang aman, dibandingkan harus mengejar seperti yang dilakukan Ojek Kucing Garong.

Kalo mereka itu kan, ojek nakal. Udah ditertibin, tetep aja balik lagi. Namanya juga kucing garong,” jelas Joni.

Menurutnya, meskipun pendapatannya dengan Ojek Kucing Garong sangat signifikan perbedaannnya. Namun Joni dan rekan-rekannya tidak terlalu mengambil pusing.

“Soal pendapetan mah emang kita jauh di bawah, mereka mah dapet Rp 150 ribu sehari aja dibilang dikit. Lah kita, dapet Rp 90 ribu aja udah seneng banget,” ujar Joni.

Dalam sehari, Joni biasa mengantar sekitar enam hingga tujuh orang. Joni menarifkan ongkos sekitar Rp 15 ribu hingga Rp 25 ribu, sesuai jarak tempuh.

Joni mengatakan, tidak terlalu mempermasalahkan pendapatan. Menurutnya, keselamatan adalah yang terpenting. “Kita mah cari selamet aja Neng, rezeki kan udah ada yang ngatur. Yang penting, bersyukur aja mau dapetnya berapa juga,” tutur Joni.

Ojek Resmi seperti Joni, berjumlah sekitar 40 orang. Namun yang aktif hanya sekitar 25 orang saja. “Kalo pagi kaya gini, biasanya banyakan kita dari Ojek Kucing Garong. Tapi kalo sore sekitar pukul 18.00 WIB. mereka (Ojek Kucing Garong) udah kaya semut,” kata Joni.

(red//ainuddin/MZ)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!