Pelaku Teror di London Teridentfikasi, Khalid Masood Berusia 52 Tahun

redaksi.co.id - Pelaku Teror di London Teridentfikasi, Khalid Masood Berusia 52 Tahun Sehari setelah serangan maut yang menewaskan empat orang, polisi Inggris berhasil mengidentifikasi pelaku sebagai...

95 0

redaksi.co.id – Pelaku Teror di London Teridentfikasi, Khalid Masood Berusia 52 Tahun

Sehari setelah serangan maut yang menewaskan empat orang, polisi Inggris berhasil mengidentifikasi pelaku sebagai Khalid Masood, Kamis (23/3/2017) sore.

Pria berusia 52 tahun itu adalah warga Inggris kelahiran Kent, aslinya disebut Cantia,sebuah sebuah daerah (county) di Inggristenggara dengan ibu kotanya Maidstone.

Foto: Gambar diperoleh dari akun Twitter James West, menunjukkan mobil terduga pelaku berhenti di trotoar di depan Istana Westminster di area Gedung Parlemen, London, Inggris, Rabu (22/3/2017), menyusul terjadinya serangan teroris yang mengakibatkan 4 orang tewas dan puluhan terluka.AFP PHOTO / HANDOUT / JAMES WEST

Menurut Agence France-Presse, polisi telah menetapkan dia sebagai pria dianggap bertanggung jawab atas serangan teror di Westminster, yang menewaskan tiga orang, dan termasuk pelaku yang ditembak polisi.

Para detektif Inggris meyakini bahwa Masood baru-baru ini telah menetap di daerah West Midlands yang beribukotakan Birmingham.

Dalam sebuah operasi pada Kamis ini, polisi Inggris (Scotland Yard) telah menangkap setidaknya tujuh orang dari Birmingham dan London.

Scotland Yard mengatakan, Masood diduga melakukan serangkaian tindakan sebelumnya , yakni melukai tubuh secara sengaja (grievous bodily harm), kepemilikan senjata penyerang, dan pelanggaran ketertiban umum.

Tindakan pertama ia lakukan pada November 1983 yakni melakukan kejahatan yang merusak dan terakhir adalah kepemilikan pisau pada Desember 2003.

Ia tidak pernah dihukum karena kejahatan terorisme. Masood juga dikenal memiliki sejumlah nama samaran.

Sebelumnya, Perdana Menteri Theresa May mengatakan, penyerang dalam aksi teror di kawasan Westminster, termasuk di dekat gedung Parlemen Inggris, adalah pria kelahiran Inggris.

May mengatakan, pria tersebut juga telah diselidiki atas dugaan kekerasan ekstremisme oleh MI5 (Dinas Intelijen Militer, Bagian 5) Inggris.

Editor: Pascal S Bin Saju

Copyright Kompas.com

(red/ijayanto/W)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!