Seratusan Orang di Doa Bersama untuk Patmi

redaksi.co.id - Seratusan Orang di Doa Bersama untuk Patmi FOTO: Doa bersama untuk Patmi di Semarang, Kamis (23/3/2017) malamKontributor Semarang, Nazar NurdinDoa bersama untuk mendiang Patmi...

46 0

redaksi.co.id – Seratusan Orang di Doa Bersama untuk Patmi

FOTO: Doa bersama untuk Patmi di Semarang, Kamis (23/3/2017) malamKontributor Semarang, Nazar Nurdin

Doa bersama untuk mendiang Patmi (48) digelar di berbagai wilayah di Jawa Tengah. Di Kota Semarang, doa bersama dilakukan sejumlah aktivis, mahasiswa di depan kantor Gubernur Jawa Tengah di Jalan Pahlawan Semarang, Kamis (23/3/2017) malam.

Dalam kegiatan ini, sejumlah kegiatan dilakukan, dengan kegiatan inti doa bersama.

Doa bersama dipimpin bergantian oleh para pemuka agama dari lintas agama yang hadir. Dengan membawa pengeras suara, mereka mulai membacakan lantunan doa. Sementara lilin menyala di hadapan masing-masing peserta yag hadir.

Salah satu tokoh perwakilan agama Islam Ubaidillah Ahmad memimpin doa dalam agama itu. Dia mengajak para peserta untuk meneladani perjuangan Patmi, yang gigih membela lahan pertaniannya.

Ia juga mengajak para peserta menyanyikan lagu “Ibu Bumi” yang kerap dinyanyikan warga Kendeng ketika melalukan aksi. “Lagu itu dibuat di rumah saya, lagunya pendek. Mari nyanyikan bersama syair ibu bumi ini,” ujar Ubaid.

Setidaknya ada seratusan peserta yang ikut aksi ini. Kegiatan ini dijaga aparat kepolisian, serta instansi satuan polisi pamong praja. Meski cukup ramai, arus lalu lintas malam tadi tidak ada hambatan.

Pantauan Kompas.com hingga Kamis pukul 21.00 WIB, kegiatan yang dimulai sejak pukul 19.00 WIB masih terus dilakukan.

Sejumlah peserta dari berbagai komunitas menggelar orasi atas perjuangan sosok Patmi.

Selain doa bersama, ada juga pembacaan puisi, serta aksi teatrikal dari para peserta.

Koordinator aksi Setiawan Budi mengatakan acara berjalan lancar karena didukung semua pihak. Dia bersyukur tidak ada masalah dalam kegiatan ini. Kegiatan doa bersamaa berjalan lancar, dan tertib.

Penulis: Kontributor Semarang, Nazar Nurdin

Editor: Erlangga Djumena

Copyright Kompas.com

(red/ovi/riawan/NT)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!