324 Penerbangan di Bali Tidak Beroperasi Selama Nyepi

redaksi.co.id - 324 Penerbangan di Bali Tidak Beroperasi Selama Nyepi Pengelola Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali menyatakan sebanyak 324 penerbangan reguler baik domestik...

48 0

redaksi.co.id – 324 Penerbangan di Bali Tidak Beroperasi Selama Nyepi

Pengelola Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali menyatakan sebanyak 324 penerbangan reguler baik domestik maupun internasional di bandara setempat tidak beroperasi selama 24 jam selama perayaan Hari Raya Nyepi, 28 Maret 2017.

“Penerbangan itu terdiri dari 193 penerbangan domestik dan 131 penerbangan internasional,” kata Kepala Bagian Komunikasi dan Hukum PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bali Arie Ahsanurrohim di Kuta, Kabupaten Badung, Kamis 23 Maret 2017.

Menurut Arie, rute yang tidak beroperasi itu terbanyak karena perayaan Hari Raya Nyepi adalah rute Cengkareng, Surabaya dan Singapura.

AirNav telah menerbitkan notice to airman (Notam) atau pemberitahuan penutupan bandara kepada pelaku penerbangan dan bandara seluruh dunia dengan nomor Notam A-3800 yang diterbitkan pada 19 Desember 2016.

Penutupan berlangsung mulai Selasa 28 Maret 2017 pukul 06.00 Wita dan akan dibuka kembali pada Rabu 29 Maret 2017 pukul 06.01 Wita.

Meski ditutup, bandara dapat digunakan apabila ada kondisi darurat seperti pesawat yang berada dekat dengan wilayah udara Bali mengalami gangguan teknis atau ada penumpang yang memerlukan pertolongan medis.

Pengelola juga menyiagakan 316 personel terdiri dari 15 petugas bagian penanganan darat, kawasan udara (18), fasilitas teknis (7), peralatan (9), Aviation Security (218), petugas pemadam kebakaran (23) dan petugas pintu parkir (26).

“Untuk mengantisipasi adanya permintaan pendaratan darurat, maka selama penutupan itu akan tetap ada petugas yang siaga baik dari Angkasa Pura I, AirNav, Imigrasi, Bea Cukai, Kesehatan Pelabuhan, maskapai dan petugas penanganan darat,” jelas Arie seperti dikutip Antara.

Koordinasi darurat juga dilakukan melibatkan Polsek Kawasan Udara, TNI AU, Desa Adat Tuban dan Desa Adat Kelan khususnya pengawalan dari Pecalang atau petugas keamanan adat.

Terkait penutupan itu pihaknya telah menginformasikan kepada pelaku pariwisata di antaranya Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, media massa serta melalui media sosial.

Untuk rute domestik terakhir, lanjut Arie, yakni kedatangan terakhir maskapai penerbangan AirAsia dari Jakarta dan berangkat terakhir Garuda Indonesia tujuan Timika dijadwalkan pukul 01.50 Wita.

Sedangkan untuk internasional, kedatangan terakhir dari AirAsia dari Kuala Lumpur dan keberangkatan dari Garuda Indonesia tujuan Incheon, Korea Selatan.

(red/hmad/yaiku/AS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!