Intip Cara Hemat Ala Bos Facebook

redaksi.co.id - Intip Cara Hemat Ala Bos Facebook Anda sering kesulitan menerapkan cara berhemat? Pasti dominan orang menjawab iya mereka akan kesulitan. Untuk itu Anda membutuhkan...

94 0

redaksi.co.id – Intip Cara Hemat Ala Bos Facebook

Anda sering kesulitan menerapkan cara berhemat? Pasti dominan orang menjawab iya mereka akan kesulitan. Untuk itu Anda membutuhkan cara atau solusi yang mungkin bisa ditiru.

Bagaimana tips berhemat yang tepat dan bisa diterapkan sehari-hari. Namun kali ini kiatnya bukan dari orang sembarangan, yaitu dari bos Facebook, Mark Zuckerberg. Darinya kita bisa belajar apa itu berhemat?

Ingin tahu, berikut ini tipsnya seperti dikutip dari Cermati.com:

1. Kekayaan Melimpah

Siapa sih yang tidak tahu Mark Zuckerberg, orang yang berhasil mendirikan media sosial terbesar yaitu facebook. Media sosial ini sekarang digunakan semua orang di dunia, bahkan kalangan penting seperti pejabat atau presiden.

Kekayaannya mencapai Rp 700 triliun dan menjadikannya sebagai orang terkaya kelima di dunia setelah Bill gates dan kawan-kawan. Tentu kekayaan ini membuat Mark sebenarnya tidak perlu bersusah payah mengirit atau menjaga kekayaannya.

Namun, hidupnya yang cenderung sederhana menjadikan Mark bisa mengelola keuangannya dengan apik, kemudian memiliki tips untuk berhemat ala Mark sendiri. Agar tidak kehabisan uang yang dimiliki.

2. Cara Hidup yang Sederhana

Semua orang tentu tahu, Mark dan istrinya Priscilla Chan memiliki kehidupan yang sederhana. Meskipun mereka termasuk memiliki kekayaan yang melimpah. Namun kehidupan mereka dijalankan dengan sederhana dan apa adanya.

Di mana Mark dan istri hanya membeli barang yang dibutuhkan bukan diinginkan. Kemudian mereka juga makan makanan yang dikonsumsi atau dibutuhkan saja. Bukan berfoya-foya makan di restoran mewah setiap hari.

Kebiasaan inilah yang membuat Mark menjadi sederhana dan berhemat. Ia berpikir bahwa liburan atau hal-hal menyenangkan bisa didapat dari hal kecil.

3. Berbagi Menjadi Cara Pengingat untuk Menghemat

Sering berbagi atau sisi filantropis dari seorang Mark memang haruslah ditiru. Ia tidak melupakan bahwa kekayaannya haruslah dibagikan kepada yang membutuhkan. Membagi rezeki ini menjadikan Mark lebih menghargai apa yang ia dapatkan dan apa yang ia miliki.

Di mana banyak orang yang sulit atau orang yang masih sulit untuk hidup. Sedangkan Mark yang masih bergelimang harta tentu tidak takut miskin dengan membagikan hartanya. Sifat ini juga membuat Anda bisa menghargai harta dan mengontrol keuangan.

Memiliki kesadaran akan pentingnya pemasukan dan uang membuat kita membiasakan diri untuk berhemat dengan cara yang berbeda.

4. Pakaian yang Penting Nyaman

Apa ciri khas pakaian Mark? Jika bukan kaus ya kemeja hanya dua itu saja. Selama bersih dan nyaman, Mark mengaku tidak membutuhkan pakaian atau barang-barang yang memang dinilai menghabiskan uang.

Mark menempatkan pakaian sebagai kebutuhan. Bukan barang yang harus dimewah-mewahkan dan dikoleksi secara berlebihan. Senada dengan istri, Priscilla mengaku ia bukanlah tipe wanita yang memelihara pakaian mewah di lemarinya.

Selama nyaman, pantas dan bersih mereka tidak akan masalah. Pemikiran inilah yang membawa mereka menjadi orang yang berhemat dan tidak menghamburkan uang secara berlebihan hanya untuk pakaian yang sebenarnya dipakai beberapa kali saja.

5. Kendaraan yang Sederhana

Selain rumah dan cara hidup, kendaraan merupakan satu di antara banyak hal yang membuat Mark Zuckeberg menarik perhatian banyak orang. Sebagai orang yang memiliki kekayaan ratusah triliun, mereka justru memiliki kendaraan tua yang cukup disayang oleh Mark.

Alih-alih membeli mobil baru, ia mengatakan bahwa mobil mewah menghabiskan perawatan sangat mahal dan justru memakan lebih banyak uang secara terus menerus setiap waktunya.

Untuk itulah ia merasa mobil tua yang masih aman dan nyaman ia gunakan dan tidak pernah ia ganti. Selama kendaraan masih berfungsi, Mark tidak akan menggantinya dengan kendaraan jenis lainnya.

Beberapa tips barusan tentu membuka mata kita, bahwa mereka yang berharta dan kaya raya saja masih memikirkan bagaimana kelangsungannya ke depan. Di mana harta yang dimiliki tidaklah penting, tetapi menjadi satu-satunya motivasi untuk bisa bekerja lebih keras lagi.

Apalagi harta yang Anda miliki tidak sepenuhnya milik kita sendiri, melainkan milik orang lain yang membutuhkan. Dengan kesadaran tersebut, Anda akan terbiasa lebih hemat dan mengelola keuangan dengan benar dan tepat.

(red/udhi/wi/nggoro/YDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!