Istri Kedua Ustaz Al Habsyi Hingga Saat Ini Belum Minta Maaf

redaksi.co.id - Istri Kedua Ustaz Al Habsyi Hingga Saat Ini Belum Minta Maaf Rumah tangga yang telah dibangun selama 10 tahun lamanya oleh Ustaz Ahmad Al...

43 0

redaksi.co.id – Istri Kedua Ustaz Al Habsyi Hingga Saat Ini Belum Minta Maaf

Rumah tangga yang telah dibangun selama 10 tahun lamanya oleh Ustaz Ahmad Al Habsyi bersama istrinya, Putri Aisyah Aminah kini tengah di ujung tanduk. Seperti diketahui, ustaz berparas tampan itu digugat cerai oleh istrinya sejak akhir Januari lalu. Alasannya, Ustaz Al Habsyi mempunyai istri kedua secara diam-diam selama 7 tahun lamanya dan baru ketahuan belum lama ini.

Tak cuma Aisyah, pihak keluarga juga merasa kecewa dengan sikap dari pria berusia 36 tahun tersebut. Ayah dari Aisyah, Djafar Bajamal sendiri sempat meminta ustaz Al Habsyi untuk memilih antara putrinya atau istri keduanya yang Ia nikahi secara siri di Mekkah tersebut.

“Kita enggak pernah meminta (untuk menceraikan), tapi memilih. Itu awalnya mungkin anak saya bisa memperbaiki. Dia (Al Habsyi) pilih Putri. Saya ceraikan, buktikan. Dibuatlah segel perceraian dengan talak 3. Mari kita saksikan. Ada bapaknya ustaz. Semua ada saksinya,” ujar Djafar ketika ditemui di kantor Elza Syarief, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/3).

Lebih jauh, Djafar menyebut jika hingga saat ini tak ada komunikasi sama sekali antara pihak keluarganya dengan istri kedua sang Ustaz. Wanita yang awalnya berstatus janda itu juga sama sekali tak menunjukkan itikad baik untuk minta maaf.

“Enggak ada. Enggak ada kontak. Mana mau minta maaf. Kalau bisa merebut (suami orang) masa mau minta maaf,” sambungnya.

Nah, dari hubungan yang telah dibangun selama 10 tahun lamanya itu, Ustaz Al Habsyi dan Aisyah telah dikaruniai 3 orang anak. Jika rumah tangga mereka tak bisa diselamatkan lagi, kemungkinan besar hak asuh anak bakal jatuh ke tangan Aisyah. “Hak asuh anak dia kita minta jatuhkan talak. Karena anak di bawah umur, saya serahkan anak kepada ibunya,” pungkas Djafar.

(kpl/far/gtr)

(red/ris/ahyudianto/AW)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!