AS Sita 40 Ribu Kondom Palsu Asal China di Puerto Rico

redaksi.co.id - AS Sita 40 Ribu Kondom Palsu Asal China di Puerto Rico Agen federal AS menyita 40 ribu 'benda' yang para penggunanya berharap bukan barang...

47 0

redaksi.co.id – AS Sita 40 Ribu Kondom Palsu Asal China di Puerto Rico

Agen federal AS menyita 40 ribu ‘benda’ yang para penggunanya berharap bukan barang palsu, yaitu kondom. Aksi penyitaan itu dilakukan di San Juan, Puerto Rico.

Menurut pernyataan US Customs and Borders Protection, kondom itu dibuat di China.

Dikutip dari Huffington Post, pada Minggu (26/3/2017), penyitaan berlangsung lima hari di sejumlah apotek dan mesin pembelian kondom oleh Food and Drug Administration (FDA) dan petugas dari Keamanan Dalam Negeri serta agen federal lainnya..

Pihak berwenang mengatakan kondom palsu itu tak bisa melindungi dari kehamilan dan penyakit menular seksual. Materinya terbuat dari bahan yang bisa menyebabkan masalah kesehatan.

“Kondom palsu juga barang kosmetik dan kecantikan, tak seperti merek tertentu yang telah melewati sejumlah pemeriksaan, mungkin memiliki zat beracun yang membuat masalah kesehatan dalam jangka panjang,” kata pernyataan pihak bea cukai.

“Di masa lalu, kosmetik palsu ditemukan zat-zat mematikan seperti sianida, arsenik, merkuri dan racun tikus,” lanjunnya.

Ricardo Mayoral, agen khusus luar negeri untuk Keamanan Dalam Negeri AS menambahkan, “penyelundupan barang-barang palsu adalah ilegal, karena akan membuat masalah bagi kesehatan umum.”

Pada tahun 2013, jaringan internasional pabrik pembuat kondom ditutup di China. Lebih dari 5 juta kondom palsu menggunakan merek beken ditemukan.

Di tahun yang sama, 110 juta kondom palsu dikirim ke Ghana dari China dan telah disita.

Setidaknya, 1 juta kondom palsu itu telah didistribusikan ke pusat-pusat kesehatan pemerintah Ghana.

“Saat kami tes kondom itu, kami temukan kualitas yang buruk, bisa bocor selama sanggama dan memiliki lubang kecil yang memungkinkan menularkan penyakit atau kehamilan,” kata petugas kesehatan Ghana.

(red//ainuddin/MZ)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!