Rompi Sutra Kapten Cook Gagal Dilelang

redaksi.co.id - Rompi Sutra Kapten Cook Gagal Dilelang Sebuah rompi sutra yang dahulu milik Kapten James Cook telah gagal untuk dijual pada acara lelang di Sydney,...

41 0

redaksi.co.id – Rompi Sutra Kapten Cook Gagal Dilelang

Sebuah rompi sutra yang dahulu milik Kapten James Cook telah gagal untuk dijual pada acara lelang di Sydney, dengan harga penawaran jauh di bawah harapan. Cook merupakan penjelajah laut asal Inggris.

Dengan peminat yang kuat baik di dalam negeri maupun di luar negeri, pakaian bersejarah itu diharapkan dapat laku hingga 1,1 juta dolar AS atau lebih dari Rp 11 miliar. Tapi penawaran yang terjadi ternyata jauh dari perkiraan, dimana penawaran tertinggi hanya mencapai 575 ribu dolar AS atau Rp 5,8 miliar.

Namun demikian tetap ada harapan rompi yang berasal dari abad ke-18 ini akan tetap berada di tanah Australia, mengingat peminat dengan penawaran tertinggi yakni seorang warga lokal saat ini sedang bernegosiasi dengan penjual untuk melihat apakah mereka bisa menyepakati harga.

Rompi sutra tenun ini dikatakan terinspirasi oleh pelayaran Kapten Cook ke Australia dan dibordir dengan desain bunga. Kapalnya Endeavour menghabiskan delapan minggu di Cape York yang berada di utara jauh Queensland, dan pemilik tanah adat Cape York senior telah mempelajari sulaman tersebut dan mereka mengindikasikan bentuk sulaman itu adalah kembang sepatu serta benih bunga banksia.

Rompi itu dibuat dan diukur untuk penjelajah terkenal ini hampir 250 tahun yang lalu dan telah menjadi milik warga Australia selama lebih dari 100 tahun. Salah satu pemilik rompi tersebut sebelumnya, Ruby Rich, telah mengubah rompi tersebut untuk disesuaikan dengan ukuran tubuhnya dan secara teratur memakainya dalam pertemuan masyarakat dan pesta-pesta di Sydney.

Pakaian itu memiliki sejumlah bercak sisa anggur di beberapa tempat akibat kunjungan ke pesta-pesta tersebut. Kim Fyfe, dari lembaga Lelang Aalders yang menangani penjualan rompi ini, mengatakan akan sangat ideal jika rompi itu tetap tinggal di Australia.

“Kami berharap seseorang akan membelinya, terutama orang yang tinggal di Australia sehingga rompi itu tidak akan dibawa pergi ke luar negeri [dan] sehingga orang-orang di Australia bisa terus menikmatinya,” katanya.

Pemilik saat ini adalah keluarga yang sudah memiliki rompi itu sejak tahun 1980-an.

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!