Inilah Poin-Poin Penting Prospektus Reksa Dana yang Wajib Diketahui

redaksi.co.id - Inilah Poin-Poin Penting Prospektus Reksa Dana yang Wajib Diketahui Satu yang penting dan jangan luput dari perhatian ketika akan menginvestasikan dana dalam bentuk reksa...

57 0

redaksi.co.id – Inilah Poin-Poin Penting Prospektus Reksa Dana yang Wajib Diketahui

Satu yang penting dan jangan luput dari perhatian ketika akan menginvestasikan dana dalam bentuk reksa dana adalah membaca prospektus reksa dana. Tanpa mengetahui cara membaca dan memahami prospektus reksa dana, mustahil investasi yang Anda lakukan memberikan keuntungan sesuai harapan.

Prospektus tak ubahnya buku petunjuk yang menyajikan secara lengkap segala informasi tentang reksa dana yang Anda pilih. Mulai dari pengelola reksa dana, rekam jejak, mekanisme transaksi, hak dan kewajiban, hingga bagaimana reksa dana dilikuidasi.

Sayangnya, banyak orang yang berniat berinvestasi di reksa dana masih kurang peduli dan cenderung abai terhadap prospektus reksa dana. Bukan sesuatu yang mengherankan bila umumnya orang-orang enggan meluangkan waktunya untuk membaca sekaligus mencermati buku atau tulisan yang berhalaman-halaman tebalnya. Apalagi prospektus reksa dana yang agak tebal bentuknya.

Untuk menyiasati kondisi tersebut, ulasan di bawah ini bisa jadi panduan bagi Anda dalam memahami prospektus secara keseluruhan. Namun, sebelum ke sana, ada baiknya mengetahui sekilas apa itu prospektus reksa dana dalam penjelasan berikut ini.

Ilustrasi Reksa Dana viashutterstock.com

Sebagaimana yang sudah diterangkan sebelumnya, prospektus layaknya sebuah buku petunjuk yang menyimpan informasi-informasi penting. Merujuk pada UU No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal, pengertian dari prospektus adalah setiap informasi tertulis sehubungan dengan penawaran umum dengan tujuan agar pihak lain membeli efek.

Bisa ditarik kesimpulan, prospektus reksa dana merupakan pernyataan tercetak atau tertulis yang memuat informasi yang digunakan untuk penawaran umum reksa dana dengan tujuan agar calon investor membeli reksa dana.

Pertanyaan kemudian yang sering muncul adalah bagaimana dan di mana prospektus tersebut didapatkan?

Mengapa membaca prospektus reksa dana begitu penting? Salah satu dari sekian banyak informasi yang termuat adalah penjelasan mengenai yang Anda pilih. Beberapa yang benar-benar perlu Anda ketahui adalah risiko perubahan kondisi ekonomi dan politik, risiko berkurangnya nilai unit penyertaan, risiko wanprestasi, dan risiko likuiditas.

Cermati dan Pahami Tiap-Tiap Poin dalam Prospektus viabmaservice.eu

Prospektus reksa dana berisi uraian yang mendetail dan panjang lebar. Beberapa bagian termasuk yang paling penting untuk Anda mengerti sebagai investor. Berikut ini adalah isi prospektus yang wajib Anda baca, cermati, dan pahami sebelum berinvestasi.

Pernahkah Anda mendengar kasus kejahatan dengan modus investasi? Inilah yang bisa saja terjadi jika Anda salah memilih reksa dana. Kejahatan dengan modus investasi atau lebih dikenal sebagai investasi bodong akan lebih mudah dikenali dengan mencari tahu izin regulator yang diberikan kepada pengelola reksa dana.

Siapa yang memberikan izin sudah tentu jadi wewenang Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Legalitas merupakan parameter pertama yang wajib Anda ketahui. Reksa dana yang legal memiliki kejelasan izin yang didapatkan dari OJK. Selain diberikan sebagai legalitas reksa dana, izin dari OJK secara spesifik diberikan kepada Manajer Investasi (MI), Bank Kustodian, dan agen penjual.

Anda tidak mau pastinya kalau dana yang Anda investasikan di reksa dana berada di tangan yang tidak tepat. Di sinilah Anda perlu mengenal lebih jauh mengenai Manajer Investasi (MI) yang akan bertanggung jawab atas dana Anda. Bagaimana reputasinya, bagaimana kinerjanya, bagaimana rekam jejaknya, semuanya perlu Anda tahu.

Lalu, seperti apa Manajer Investasi (MI) yang baik? Pertama, seperti yang diterangkan sebelumnya, MI memiliki legalitas dari OJK. Kedua, dapatkan informasi sudah berapa lama perusahaan MI berjalan dan bekerja dalam mengelola reksa dana (pengalaman). Ketiga, pelayanan yang diberikan memuaskan atau tidak. Untuk ini, Anda bisa menguji sendiri dengan menempatkan dana paling minimal nominalnya.

Kehadiran Bank Kustodian diperlukan dalam penandatanganan Kontrak Investasi Kolektif (KIK) yang melibatkan Manajer Investasi (MI). KIK ini tidak lain dan tidak bukan adalah reksa dana itu sendiri. Dalam pengelolaan reksa dana, Bank Kustodian yang juga sebagai bank umum berperan sebagai yang dipercaya untuk menyimpan titipan efek dan harta lain yang punya sangkut-paut dengan efek serta jasa lain, termasuk dividen, bunga, dan hak-hak lain.

Di samping itu, Bank Kustodian dipercaya untuk menyelesaikan transaksi efek dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya. Intinya, Bank Kustodian merupakan administrator, yang menjamin keamanan, dan pengawas. Untuk memastikan bahwa dana Anda dititipkan di Bank Kustodian yang tepat, Anda bisa mengecek nama Bank Kustodian tersebut apakah terdaftar di OJK atau tidak.

Cari tahu seberapa detail mereka melakukan perhitungan Nilai Aktiva Bersih (NAB). Menurut definisinya, NAB adalah nilai pasar wajar portofolio reksa dana setelah dikurangi dengan seluruh kewajiban. Dalam prospektus reksa dana, Anda perlu memastikan bahwa NAB dihitung menurut peraturan yang diterbitkan Pemerintah yang dalam hal ini di bawah tanggung jawab OJK, yaitu wajib menggunakan Nilai Pasar Wajar dari Efek yang ditentukan Manajer Investasi.

Jenis reksa dana yang Anda pilih menentukan bagaimana kebijakan investasi akan diterapkan. Reksa dana yang beredar terbagi ke dalam beberapa jenis: reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana saham, dan reksa dana campuran. Dan jenis reksa dana yang ditawarkan tercantum jelas pada prospektus reksa dana.

Dari jenis reksa dana tersebut, ditentukan bagaimana komposisi portofolio investasi. Penentuan tersebut mengacu pada aturan yang berlaku. Misalnya, reksa dana yang dipilih adalah maka minimal 80% investasinya ditempatkan pada instrumen saham. Sementara untuk reksa dana pendapatan tetap minimal 80% ditempatkan pada instrumen obligasi.

Dalam prospektus, Anda bisa menemukan biaya-biaya yang harus ditanggung investor, seperti biaya pembelian (subscription fee), biaya penjualan (redemption fee), biaya pengalihan (switching fee), dan biaya transfer proses transaksi. Temukan juga bagaimana biaya tersebut harus dibayarkan apakah lewat potongan hasil investasi ataupun langsung.

Untuk mengetahui pilihan reksa dana terbaik, salah satu teknik yang bisa digunakan adalah melakukan benchmark, yaitu melakukan perbandingan. Sebagai contoh investor bisa melakukan perbandingan antara reksa dana saham dengan IHSG. Dari bisa diketahui bagaimana kinerja investasi yang memberikan penawaran tersebut.

Selain melakukan benchmark, Anda juga bisa melihat data keuntungan sejak lembaga tersebut mulai berdiri. Dengan begitu, Anda dapat memperkirakan dengan lebih akurat bagaimana prospeknya dan apa saja risikonya.

Untuk lebih yakin dalam mengambil keputusan investasi, Anda juga bisa mendapatkan laporan keuangan reksa dana terkait di prospektus. Laporan keuangan ini berisi data audit keuangan yang dilakukan auditor independen. Laporan keuangan memuat laba, posisi keuangan, arus kas, dan perubahan aset.

Prospektus reksa dana merupakan hal terpenting yang harus dibaca benar-benar sebelum memutuskan akan melakukan investasi di reksa dana. Prospektus dikeluarkan setiap periode tertentu. Terkait kemungkinan tentang adanya perubahan informasi, setidaknya prospektus bisa dijadikan bahan bacaan evaluasi tahunan.

(red/ramanta/utra/amungkas/BPP)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!