Efek Aksi Ambil Untung, IHSG Diperkirakan Rawan Koreksi

redaksi.co.id - Efek Aksi Ambil Untung, IHSG Diperkirakan Rawan Koreksi Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak bervariasi. Menurut analis...

70 0

redaksi.co.id – Efek Aksi Ambil Untung, IHSG Diperkirakan Rawan Koreksi

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan akan bergerak bervariasi. Menurut analis saham dari First Asia Capital David Sutyanto, perdagangan diperkirakan relatif sepi menyusul libur nasional memperingati hari Nyepi pada keesokan hari.

“IHSG diperkirakan bergerak konsolidasi di kisaran 5.530 hingga 5.580 rawan koreksi terbatas akibat aksi ambil untung jangka pendek. Terutama di sejumlah saham unggulan perbankan yang harganya secara teknikal relatif mahal,” kata David dalam pesan tertulisnya, Senin, 27 Maret 2017.Pergerakan IHSG akhir pekan lalu diwarnai aksi ambil untung temporer, namun IHSG berhasil tutup di teritori positif menguat tipis 3,3 poin (0,06 persen) di 5.567,134. Aksi beli atas saham Astra dan sejumlah saham tambang batubara berhasil mengimbangi aksi ambil untung di saham perbankan dan infrastrutur.

Pengunjung galeri BEI berbincang dengan latar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 13 November 2015. ANTARA/Rosa Panggabean

Aksi beli terutama dimotori pemodal asing. Pembelian bersih asing akhir pekan lalu berlanjut mencapai Rp1,05 triliun. Menurut David, katalis positif saat ini, selain meningkatnya arus dana asing yang masuk, juga ditopang musim pembagian dividen tunai tahun buku 2016 dan rilis kinerja 2016 sejumlah emiten sektoral menjelang berakhirnya Maret.Selain itu, pergerakan rupiah yang relatif stabil di kisaran Rp 13.300 hingga Rp 13.340 sepekan kemarin ikut mendorong penguatan IHSG. Selama sepekan IHSG berhasil menguat 0,48 persen melanjutkan penguatan pekan sebelumnya 2,78 persen. Meningkatnya arus dana asing yang masuk hingga mencapai Rp 2,84 triliun sepekan terakhir menjadi penopang penguatan IHSG. Selama dua pekan terakhir asing net buying hingga mencapai Rp 8,26 triliun ditopang sejumlah sentimen positif terutama spekulasi akan dinaikkannya peringkat utang Indonesia oleh S&P menjadi investment grade ;.Sementara Wall Street akhir pekan lalu bergerak konsolidasi ditutup bervariasi. Indeks DJIA dan S&P masing-masing koreksi 0,3 persen dan 0,1 persen di 20.596,72 dan 2.343,98. Sedangkan indeks Nasdaq menguat 0,19 persen di 5.828,74. Sentimen pasar terutama tertuju pada persetujuan Kongres atas sejumlah perubahan kebijakan yang diajukan Trump terutama isu perlindungan kesehatan.”Belum tercapainya persetujuan di Kongress terhadap isu kesehatan Trump dengan ditariknya pembahasannya akhir pekan lalu mempengaruhi sentimen pasar,” ucap David.Selama sepekan indeks DJIA dan S&P masing-masing koreksi 1,5 persen dan 1,4 persen. Adapun harga minyak mentah sepekan kemarin koreksi 1,44 persen di US$ 47,97 per barel ikut menekan pasar Wall Street. Berikut saham-saham pilihan First Asia Capital yang dapat dipertimbangkan pada perdagangan saham hari ini: ASII, UNVR, ADRO, PTBA, HRUM,HMSP, RALS, MNCN, SMGR dan INDF.DESTRIANITA

(red/ega/wi/riesta/VDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!