Kasus Jual-Beli Jabatan, KPK akan Periksa Lagi Anak Bupati Klaten

redaksi.co.id - Kasus Jual-Beli Jabatan, KPK akan Periksa Lagi Anak Bupati Klaten Anggota DPRD Klaten Andy Purnomo (tengah) meninggalkan gedung KPK usai pemeriksaan penyidik terkait kasus...

69 0

redaksi.co.id – Kasus Jual-Beli Jabatan, KPK akan Periksa Lagi Anak Bupati Klaten

Anggota DPRD Klaten Andy Purnomo (tengah) meninggalkan gedung KPK usai pemeriksaan penyidik terkait kasus dugaan suap jual beli jabatan Pemkab Klaten, Jakarta, 16 Januari 2017. Andi Purnomo yang merupakan putra Bupati Klaten Sri Hartini yang kini ditahan KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK atas kasus dugaan suap di jajaran Pemkab Klaten, Andi juga diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Suramlan, Kasi SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan anggota DPRD Klaten, Andy Purnomo, sehubungan dengan perkara suap promosi dan mutasi jabatan di lingkungan Kabupaten Klaten, Senin, 27 Maret. “Andy diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SHT (Sri Hartini),” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

Andy, anak sulung Bupati Klaten nonaktif Sri Hartini, diperiksa pada Senin pekan lalu, 20 Maret 2017. Sri dicokok KPK dalam operasi tangkap tangan pada 30 Desember 2016. Sehari setelahnya Sri dan Kepala Seksi SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten, Suramlan, ditetapkan sebagai tersangka.

Penyidik telah menyita uang Rp2 miliar dalam operasi itu. Dalam penggeledahan KPK di rumah dinas Bupati Klaten, penyidik menemukan uang Rp3 miliar di lemari kamar Andy, serta Rp200 juta di kamar Sri. Sri Hartini diduga melakukan jual-beli promosi jabatan di lingkungan pemerintahan. Peran Andy dalam perkara jual-beli jabatan ini sedang didalami KPK. Andy menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPRD Klaten periode 2014-2019. Senin pekan lalu, KPK juga memeriksa Wakil Bupati Klaten Sri Mulyani, yang kini menjadi pelaksana tugas bupati, sebagai saksi. Selain Sri Mulyani dan Andy, KPK memanggil anggota DPRD Klaten, Eko Prasetyo; Kepala Bidang Mutasi BKD Klaten Slamet; pegawai Dinas Pertanian Klaten, Nugroho Setiawan; serta Nisa Puspitasari dan Edy Dwi Hananto selaku ajudan Sri Hartini.KPK telah melimpahkan berkas perkara tersangka pemberi suap, Suramlan, ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang pada 28 Februari.ENDRI KURNIAWATI | AGHNIADI

(red/isang/ima/ijaya/RBW)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!