Hal yang Dapat Dinegoisiasi Saat Mendapat Tawaran Kerja Selain Gaji

redaksi.co.id - Hal yang Dapat Dinegoisiasi Saat Mendapat Tawaran Kerja Selain Gaji Saat mendapatkan tawaran pekerjaan pada umumnya pelamar kerja akan melakukan negosiasi dengan perusahaan terkait...

50 0

redaksi.co.id – Hal yang Dapat Dinegoisiasi Saat Mendapat Tawaran Kerja Selain Gaji

Saat mendapatkan tawaran pekerjaan pada umumnya pelamar kerja akan melakukan negosiasi dengan perusahaan terkait dengan besaran gaji yang akan diterima setiap bulannya. Hal ini dilakukan oleh pelamar kerja untuk mendapatkan gaji dengan jumlah yang diinginkan. Selain itu besarnya gaji dianggap sebagai benefit terbesar yang menjadi patokan sebuah perusahaan itu menguntungkan atau tidak untuk bekerja.

Namun, taukah Anda, selain gaji banyak hal menguntungkan lain yang sebaiknya dinegosiasikan saat mendapat tawaran pekerjaan agar betah di kantor. Apa saja yang dapat dilakukan? Simak ulasan berikut ini.

FOTO: Menerima insentif pekerjaan via shutterstock

Tidak melulu tentang gaji, keuntungan material yang dapat Anda negosiasikan dengan perusahaan adalah insentif atau bonus. Memang insentif tidak secara kontinu didapatkan per bulan seperti gaji, namun pada umumnya besaran insentif yang diterima lebih besar dari gaji bulanan.

Oleh karena itu, mulailah bertanya kepada perusahaan yang menawarkan pekerjaan kepada Anda, insentif apa saja yang diterima selama bekerja di sana. Ada dua insentif yang umumnya diberikan oleh perusahaan di Indonesia yaitu bonus akhir tahun dan (THR)yang jumlahnya bisa dua kali gaji bahkan lebih.

Selain itu ada juga perusahaan yang memberikan bonus kepada karyawannya yang berprestasi. Misalnya saja untuk posisi sales, ada bonus tertentu yang diberikan jika pekerjaan mereka mencapai target.

Jenjang karir merupakan urutan jabatan yang akan Anda tapaki selama bekerja di sebuah perusahaan. Jenjang karir tiap-tiap perusahaan tentunya berbeda jenis tingkatannya dan waktu yang dibutuhkan untuk naik dari satu jenjang ke jenjang berikutnya.

Biasanya untuk , perusahaan melakukan evaluasi pegawai. Artinya, perusahaan akan mengevaluasi prestasi pegawai selama bekerja untuk menentukan apakah pegawai tersebut sudah layak untuk naik jabatan atau belum.

Waktu yang dibutuhkan untuk evaluasi pegawai berbeda-beda tentunya. Ada perusahaan yang mengevaluasi pegawainya dalam waktu 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun atau lebih dari 1 tahun. Waktu untuk naik jenjang karir ini perlu dipertanyakan guna mengetahui kapan gaji Anda akan naik karena seiring naiknya jabatan, gaji pun akan naik

FOTO: cuti kerja via shutterstock.com

Cuti adalah hari di mana pegawai diizinkan oleh perusahaan untuk tidak masuk kerja dalam jangka waktu tertentu. Pada umumnya, perusahaan memberikan cuti sebanyak 14 hari kerja kepada pegawainya. Pemberian cuti dimaksudkan untuk memberikan liburan guna menyegarkan rohani dan jasmani pegawai setelah penat dalam keseharian bekerja.

Liburan dalam rangka refreshing di sela-sela kesibukan selama bekerja memang penting. Tentunya Anda tidak ingin bekerja terus-menerus, apalagi bekerja di perusahaan yang tidak memberikan waktu cuti untuk pegawainya.

Oleh sebab itu, negosiasi masa cuti yang akan didapat selama bekerja perlu dilakukan. Maksudnya selain dari cuti tahunan yang didapat, apakah ada jenis cuti lain yang bisa didapatkan selama bekerja. Misalnya tanyakan apakah ada tambahan bonus cuti untuk pegawai yang sudah bekerja selama 3 tahun, atau apakah ada cuti menjelang hari raya. Tentunya adanya cuti akan menambah rasa betah Anda untuk bekerja di suatuperusahaan.

Kini, kemajuan teknologi sangat memudahkan kehidupan seseorang termasuk untuk urusan bekerja. Di beberapa perusahaan ada yang membolehkan pegawainya untuk tidak harus datang tatap muka ke kantor setiap harinya. Pegawai hanya perlu akses internet dan telepon untuk berkomunikasi dalam urusan pekerjaan. Tapi tidak semua jenis profesi pekerjaan bisa dilakukan dari rumah.

Jenis-jenis profesi pekerjaan yang memungkinkan untuk bekerja dari rumah misalnya, animator, desainer, penulis, penerjemah, marketing online dan programmer. Jika profesi yang ditawarkan kepada Anda termasuk dalam profesi yang pekerjaannya bisa dijalankan dari rumah maka cobalah untuk bernegoisasi dengan atasan saat menerima tawaran pekerjaannya.

Hal ini tentunya sangat menguntungkan karena Anda tidak perlu mengeluarkan uang transport untuk pergi ke kantor. Selain hemat uang, mengerjakan pekerjaan dari rumah juga menghemat waktu dan tenaga. Akan tetapi perlu diingat, bukan berarti setiap hari tidak harus pergi ke kantor, namun untuk alasan-alasan tertentu saja Anda dapat bekerja dari rumah seperti sedang ada keperluan yang mendesak.

FOTO: jam kerja yang fleksibel via shutterstock.com

Sudah bukannya lagi bekerja dengan jam kerja yang kaku. Di beberapa perusahaan sistem jam kerja yang fleksibel mulai diterapkan seperti perusahaan di bidang media, kreatif, dan konsultan. Hal tersebut tentu saja dapat menolong untuk memaksimalkan waktu yang dimiliki. Anda tidak perlu lagi datang ke kantor pukul 9 pagi dan pulang pukul 5 sore.

Dengan jam yang fleksibel maka jam kerja dapat disesuaikan, artinya Anda bisa datang ke kantor lebih pagi atau lebih siang asalkan jam kerjanya tetap 8 jam perhari. Misalnya, jika datang pukul 10 pagi, maka jam pulang menjadi pukul 6 sore atau datang jam 11 siang berarti pulang jam 7 malam.

Penetapan jam kantor yang fleksibel tentunya memberi ruang lebih bagi pegawai. Anda dapat mengatur waktu lebih mudah dan menggunakannya untuk kegiatan lain yang bermanfaat. Hal ini dinilai akan membuat pegawai lebih efisien dalam bekerja karena mereka dapat masuk jam berapa pun, tidak tertekan dengan jam kerja yang kaku. Selain itu, tingkat bolos juga dipercayai ikut berkurang dengan penetapan sistem ini.

Siapa yang tidak tertarik dengan makan siang gratis yang disediakan kantor. Hal ini tentu saja dapat mengurangi pengeluaran Anda untuk biaya makan. Beberapa perusahaan memang menyediakan makan siang untuk para pegawainya, namun perlu dipertanyakan makan siang tersebut sudah termasuk dalam gaji atau tidak. Kalau belum, tidak ada salahnya untuk membicarakan hal ini dengan atasan.

FOTO: uang transportasi via shutterstock.com

Bagi Anda yang tinggal jauh dari kantor dan memerlukan ongkos lebih untuk sampai di kantor, menegosiasikan agar mendapatkan uang transportasi saat menerima tawaran kerja patut dicoba. Hal ini dilakukan agar Anda tidak terlalu boros menghabiskan gaji yang didapat untuk membayar ongkos transportasi.

Beberapa perusahaan biasanya menyediakan uang transportasi bagi karyawannya bahkan ada perusahaan yang memberikan fasilitas berupa jemputan untuk memudahkan pegawainya untuk sampai ke kantor setiap harinya.

Menegosiasikan fasilitas-fasilitas yang diberikan oleh perusahaan selama Anda bekerja merupakan solusi untuk mendapatkan benefit lebih dari perusahaan selain meminta gaji yang tinggi. Akan tetapi, untuk meminta hal tersebut tentu saja harus diimbangi dengan penawaran apa saja yang dapat Anda berikan kepada perusahaan. Artinya jika tidak berpengalaman dan tidak mempunyai kualitas diri yang baik dalam bekerja perusahaan juga akan ragu untuk memberikan fasilitas-fasilitas tersebut.

(red/usland/argarito/RM)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!