Fosil Jejak Kaki Disnosaurus Terbesar Ditemukan di Australia

redaksi.co.id - Fosil Jejak Kaki Disnosaurus Terbesar Ditemukan di Australia Para ilmuwan akhirnya memublikasikan rincian penemuan jejak dinosauru terbesar yang ditemukan di kawasan yang disebut seabagai...

38 0

redaksi.co.id – Fosil Jejak Kaki Disnosaurus Terbesar Ditemukan di Australia

Para ilmuwan akhirnya memublikasikan rincian penemuan jejak dinosauru terbesar yang ditemukan di kawasan yang disebut seabagai Taman Jurassic Australia.

Sekelompok palaentologis mengindentikasi 21 tipe jejak dinosaurus, termasuk satu-satunya bukti keberadaan Stegosaurus di Australia.

Penemuan luar biasa ini ditemukan di kawasan pesisir terpencil sepanjang 25 kiloeter di sebelah utara kota Broome, Australia Barat.

“Tak ada tempat lain yag memiliki beberapa jenis dinosaurus yang dibuktikan dengan keberadaan jejak-jejak ini,” kata Dr Steve Salisbury, pemimpin studi ini.

“Tempat ini sungguh menakjubkan, taman Jurassicnya Australia,” tambah Salisbury.

Foto: Seorang pria berbaring di samping sebuah jejak dinosaurus yang ditemukan di sebuah kawasan terpencil di Australia Barat.Telegraph

Jejak sauropoda yang berukuran 1,7 meter itu adalah satu di antara sejumlah jejak dinosaurus yang ditemukan di kawasan terpencil Kimberley di negara bagian Australia Barat.

Tahun lalu, jejak kaki dinosaurus terbesar ditemukan di Mongolia dengan ukuran 106 centimeter.

Kepada ABC News Salisbury mengatakan, dengan ukuran jejak kaki sebesar 1,7 meter, maka dinosaurus itu akan berukuran sangat besar yaitu kurang lebih 5,3-5,5 meter.

“Hewan-hewan itu pernah hidup di kawasan ini 130 juta tahun lalu, di Kimberley, berdasarkan bukti jejak ini,” tambah Kimberley.

Jejak dinosaurus yag ditemukan berusia lebih tua antara 90-115 juta tahun lebih tua ketimbang fosil sejenis yang ditemukan di Walmadany, pesisir timur Australia.

“Semua yang kami temukan kemungkinan besar berasal dari zaman cretaceous,” papar Salisbury.

“Fosil-fosil Broome dan Walmadany berasal dari masa 130 juta tahun lalu. Jadi temuan ini mengisi kekosongan catatan fosil dinosaurus Australia,” tambah Salisbury.

Riset yang dikerjakan para ahli dari Fakultas Ilmu Biologi Universitas Queensland dan Universitas Ilmu Bumi dan Lingkungan James Cook.

Hasil riset ini sudah dipublikasika dalam Memoir of Society of Vertebrate Paleontology pada 2016.

Editor: Ervan Hardoko

Sumber:

Copyright Kompas.com

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!