Pemkot Depok Tetap Larang Ojek Online Angkut Penumpang di Jalan

redaksi.co.id - Pemkot Depok Tetap Larang Ojek Online Angkut Penumpang di Jalan , Depok - Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna menyatakan pemeritah Depok sudah...

64 0

redaksi.co.id – Pemkot Depok Tetap Larang Ojek Online Angkut Penumpang di Jalan

, Depok – Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna menyatakan pemeritah Depok sudah bulat untuk melarang ojek online mengangkut penumpang di jalan yang telah dilalui angkot. Larangan itu untuk menjaga kepentingan semua pihak dan menjaga estetika kota. “Kalau jalan dipenuhi ojek online akan menjadi permasalahan lagi. Troubble juga kalau dipenuhi, sebab sudah macet. Estetika kota juga berkurang,” kata Pradi, Rabu, 29 Maret 2017. Pemerintah bakal mengawasi penerapan Peraturan Wali Kota nomor 11 tahun 2017 tentang angkutan orang dengan sepeda motor yang telah disahkan pada 24 Maret 2017. Menurut Pradi, pemerintah bukan mau menggusur ojek online dengan memberlakukan larangan itu. Namun pemerintah ingin agar ojek online lebih tertib sehingga mereka bisa menyiapkan tempat mangkal sendiri agar tidak terjadi benturan dengan angkutan kota. “Semuanya kembali ke diri kita. Kalau mau tertib ayo sama-sama, merasakan keindahan kebersamaan,” ujarnya. Baca: Protes Angkutan Online, Sopir Angkot Depok Akan Turun ke Jalan Pradi menyambut baik regulasi ojek online untuk menghindari konplik di kemudian hari. Untuk itu, dalam menjalankan regulasi ini, pemerintah juga memanggil penyedia ojek online untuk membahas perwal yang telah dibuat. “Kami juga panggil penyedia transportasi publik, dan tidak ingin sepotong-sepotong. Perwal ini harus mengakomodir semua,” ujarnya. Menurutnya, keberadaan ojek onine memang sangat strategis, tapi perlu diatur. Jangan sampai keberadaan angkutan yang berbasis online tersebut menimbulkan ekses seperti di Tangerang dan Bogor. “Salah satu pembuatan perwal ojek online ini karena melihat ekses di Bogor. Jangan sampai di Depok juga menjadi masalah,” ucapnya. Koordinator Lapangan Go-Jek Stasiun Depok Baru Irwan menyatakan keberatan atas peraturan Wali Kota nomor 11 tahun 2017 tentang angkutan orang dengan sepeda motor, yang melarang transportasi online mengambil penumpang di jalan yang dilalui angkutan kota. Menurutnya, hampir semua jalan di Depok, dilalui angkot. Jadi, sulit menerapkan aturan yang melarang ojek online mengambil penumpang dari jalan yang dilalui angkot. “Sepertinya Wali Kota harus revisi lagi buat larangan ojek online mengambil penumpang di jalan yang dilalui angkot. Sepertinya kurang pas,” ucapnya. Pengemudi ojek online, kata dia, masih bisa menyanggupi larangan mangkal di pinggir jalan maupun tempat lain yang dianggap mengganggu ketertiban umum. Namun, pemerintah harus adil juga untuk melarang angkot mangkal di pinggir jalan. “Masih banyak angkot yang mangkal di pinggir jalan. Apalagi di depan Depok Town Square dan Pondok Cina sampai UI.” Baca: Ojek Online Depok Keberatan Dilarang Angkut Penumpang di Jalan Lebih jauh ia menuturkan larangan mengambil penumpang di jalan akan mempersulit ojek online mencari penumpang. Bahkan, yang ditakutkan dalam menerapkan aturan ini adalah adanya salah persepsi tentang kata larangan jemput penumpan di jalan yang sudah di lalui angkot. Ia berharap pemerintah merevisi peraturan yang baru disahkan tersebut. Menurutnya pemerintah kurang adil dalam membuat peraturan buat warga depok. “Karena ojek online ini kebanyakan warga Depok, sedangkan sopir angkot belum tentu warga Depok,” ucapnya. “Penumpang kami memang rata-rata di perumahan dan gang. Tapi, aturan ini kurang adil.” IMAM HAMDI

(red/ovi/riawan/NT)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!