Tax amnesty hasilkan 44.232 wajib pajak baru

redaksi.co.id - Tax amnesty hasilkan 44.232 wajib pajak baru Program pengampunan pajak atau tax amnesty sebentar lagi berakhir. Sejauh ini, program ini dianggap cukup berhasil, baik...

46 0

redaksi.co.id – Tax amnesty hasilkan 44.232 wajib pajak baru

Program pengampunan pajak atau tax amnesty sebentar lagi berakhir. Sejauh ini, program ini dianggap cukup berhasil, baik dari sisi dana maupun keikutsertaan masyarakat untuk memperluas basis pajak. Dari 832.631 peserta amnesti pajak , ada wajib pajak baru sebanyak 44.232.

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak Suryo Utomo mengatakan, harapannya keikutsertaan masyarakat jauh lebih besar dari yang sudah ada sekarang. Menurut dia, ada sekitar 60 juta kepala keluarga yang semestinya memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Namun, yang tercatat saat ini hanya 36 juta wajib pajak. Masih ada space untuk NPWP baru. Termasuk yang punya NPWP, tapi tidak pernah lapor untuk ikut amnesti pajak, katanya di Gedung Marie Muhammad, Ditjen Pajak Pusat, Jakarta, Rabu (29/3).

Dengan fokus otoritas pajak terhadap jumlah partisipasi, pihaknya melihat bahwa WP dengan harta besar lebih memilih tarif yang paling rendah yaitu pada amnesti pajak tahap I dan tahap II.

Terbukti waktu September jumlah nilainya jauh lebih besar dibanding sekarang Harapan kami di tahap ketiga tetap besar, dari sudut pandang nilainya atau jumlah peserta, tetapi kalau di tahap III ini lebih ke partisipasi WP, ujarnya.

Ditjen Pajak mencatat, WP yang terdaftar tahun 2015/2016 atau sebelum amnesti pajak digelar adalah 28.201. Adapun, sebanyak 196.786 peserta amnesti merupakan WP yang selama ini tidak pernah melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan.

Selain itu, sebanyak 635.845 peserta amnesti pajak selama ini melaporkan SPT, sementara 16.709 peserta merupakan WP yang sebelumnya tidak membayar pajak.

Hasil sementara program amnesti pajak berdasarkan database Dirjen Pajak yang diakses pukul 18.29 tanggal 29 Maret 2017, uang tebusan terpantau sebesar Rp 111 triliun, pembayaran tunggakan sebesar Rp 13 triliun, dan pembayaran bukti permulaan sebesar Rp 1,15 triliun, sehingga total keseluruhan penerimaannya adalah Rp 125 triliun dari target Rp 165 triliun.

Sementara jumlah harta deklarasi terpantau mencapai Rp 4.690 triliun dari target sebesar Rp 4.000 triliun. Hasil tersebut terdiri dari deklarasi dalam negeri sebesar Rp 3.515 triliun, deklarasi luar negeri sebesar Rp 1.029 triliun, dan repatriasi sebesar Rp 146 triliun.

(red/andhi/urhartanto/SN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!