Tarif Batas Bawah Taksi "Online" di Jatim Rp 3.450 Per Kilometer

redaksi.co.id - Tarif Batas Bawah Taksi "Online" di Jatim Rp 3.450 Per Kilometer Tarif batas bawah taksi online di Jawa Timur ditetapkan Rp 3.450 per kilometer....

55 0

redaksi.co.id – Tarif Batas Bawah Taksi "Online" di Jatim Rp 3.450 Per Kilometer

Tarif batas bawah taksi online di Jawa Timur ditetapkan Rp 3.450 per kilometer. Sementara tarif batas atas diserahkan kepada mekanisme pasar.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Wahid Wahyudi, menjelaskan, patokan tarif batas bawah itu termuat dalam draf peraturan gubernur Jawa Timur, merespons revisi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 tahun 2016 tentang angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek.

“Tarif batas atas sengaja tidak ditentukan, dan diserahkan kepada pasar, karena pada jam-jam dan kondisi tertentu, tarif taksi online bisa lebih mahal dari kendaraan angkutan konvensional,” katanya, Kamis (30/3/2017).

FOTO: Ratusan sopir taksi online tiba di depan kompleks gedung DPR/MPR RI, Senin (22/8/2016). Para sopir berunjuk rasa menuntut untuk mencabut Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek.KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERA

Penentuan biaya batas bawah, kata Wahid, dihitung dengan rumus berbagai komponen, di antaranya dengan mengukur tingkat perekonomian warga Jawa Timur secara umum, pendapatan domestik regional bruto (PDRB), BBM, biaya langsung seperti perawatan dan sparepart, hingga biaya tidak langsung seperti kantor dan sebagainya.

Sesuai rencana, aturan taksi online resmi diberlakukan sejak 1 April nanti. Kendaraan yang sudah berizin sebagai taksi online akan diberi atribut berupa stiker khusus yang dilekatkan di bagian depan dan belakang kendaraan.

“Karena itu, taksi online yang belum mendaftarkan dipersilakan mendaftar ke kantor Dinas Perhubungan Jawa Timur di Surabaya,” terangnya.

Penulis: Kontributor Surabaya, Achmad Faizal

Editor: Farid Assifa

Copyright Kompas.com

(red/udhi/wi/nggoro/YDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!