Pilih Bunga Flat atau Floating? Ini Dia Pertimbangannya

redaksi.co.id - Pilih Bunga Flat atau Floating? Ini Dia Pertimbangannya KPR merupakan solusi tepat untuk membantu masyarakat memiliki rumah ketika dana yang dimiliki untuk membayar kontan...

42 0

redaksi.co.id – Pilih Bunga Flat atau Floating? Ini Dia Pertimbangannya

KPR merupakan solusi tepat untuk membantu masyarakat memiliki rumah ketika dana yang dimiliki untuk membayar kontan tidak cukup. Namun, kita tidak bisa sembarangan dalam mengajukan produk ini. Di mana sangat penting untuk kita yang hendak memilih pembiayaan rumah dengan KPR, untuk mengetahui detail pelayanan atau fitur yang diberikan KPR agar kemudian kita tidak salah dalam mengambil keputusan.

Salah satu fitur yang wajib diperhatikan adalah mengenai bunga. Pemahaman mengenai berbagai perhitungan bunga KPR akan membantu debitur dalam membuat keputusan. Memang tidak bisa dipungkiri jika bunga KPR memang cukup tinggi, dan akan terus naik setiap tahunnya. Namun, hal itu bisa diakali dengan memilih suku bunga KPR secara tepat.

Sekarang, ada dua jenis suku bunga yang ditawarkan setiap produk KPR, yaitu bunga flat dan bunga floating. Apakah Anda sudah mengetahui perbedaan mendasar dari kedua jenis bunga tersebut? Bila belum, berikut ini kami bahas secara mendalam keunggulan serta kekurangan suku bunga flat dan suku bunga floating:

Suku Bunga KPR Floating via shutterstock.com

Suku bunga floating yaitu tingkat suku bunga KPR yang sifatnya tidak tetap karena bergantung pemberlakuan suku bunga dasar dari . Di mana, biasanya Bank Indonesia biasanya selalu akan mengevaluasi tingkat suku bunga dasarnya dalam beberapa periode tertentu. Pemberitahuan tingkat suku bunga yang aka dijadikan bank dalam menetapkan suku bunga floating-nya. Jadi, jika Anda memilih menggunakan tingkat suku bunga mengambang (floating), maka harus siap membayar cicilan KPR yang berbeda-beda.

Keuntungan yang didapat dari KPR bunga floating adalah ketika suku bunga BI (BI Rate) turun, maka bank juga akan ikut menurunkan bunganya yang tentunya akan meringankan pembayaran cicilan Anda. Sebaliknya, kekurangan dari bunga floating didapat ketika BI memutuskan untuk menaikkan tingkat suku bunga dasarnya sehingga bank juga ikut menaikkan suku bunga KPR-nya.

Contohnya, saat ini BI rate berada di level 7 persen, dan bank memberlakukan bunga KPR sebesar 8 persen. Suatu saat, BI menurunkan suku bunga acuannya menjadi 6 persen, maka bank ikut menurunkan bunga KPR-nya menjadi 7 persen. Hal berbeda terjadi ketika BI rate kembali naik ke level 8 persen, maka bank ikut menaikkan bunga KPR menjadi 9 persen. Kenaikan BI rate biasanya terjadi akibat kondisi ekonomi negara yang sedang bergejolak atau adanya defisit anggaran negara. Karenanya, jenis suku bunga floating ini lebih cocok digunakan untuk orang yang siap menerima profil risiko yang cukup besar.

Baca Juga:

Suku Bunga Flat KPR via shutterstock.com

Bunga flat merupakan sistem perhitungan suku bunga yang besarannya mengacu pada pokok utang awal. Dalam sistem bunga flat, cicilan bulanan yang diberikan akan tetap sama selama masa pinjaman. Misalnya, Anda mengambil cicilan KPR dengan bunga sebesar 13 persen serta masa tenor 15 tahun, setiap bulan Anda membayar cicilan sebesar Rp2 juta. Dengan bunga flat, Anda akan tetap membayar cicilan sebanyak Rp2 juta selama 15 tahun.

Keuntungan yang didapat dari layanan ini yaitu adalah adanya kepastian angsuran karena nilai angsuran per bulan selalu sama atau tetap dari awal hingga akhir masa kredit. Dengan begitu debitur tidak dihantui perasaan khawatir dengan nilai angsurannya. Dalam pengaturan keuangan, cicilan yang tetap akan membuat pembuatan anggaran pengeluaran menjadi lebih mudah karena tidak akan mempengaruhi pengeluaran lainnya.

Keuntungan lainnya adalah ada banyak bank yang memberikan fitur biaya penalti dan biaya provisi sebesar 1% jika menggunakan sistem bunga flat. Dengan adanya keuntungan itu, maka sistem bunga flat bisa dibilang sangat cocok untuk digunakan orang-orang yang memiliki penghasilan tetap dan tidak ingin mengambil risiko.

Lalu apa bunga flat punya kekurangan? Tentu. Kelemahan pada suku bunga flat adalah nilai angsurannya bisa lebih besar dibandingkan dengan angsuran KPR berbunga floating. Selain itu, karena sifat bunganya yang flat, apabila terjadi penurunan BI, maka debitur tidak bisa menikmatinya. Gambarannya, apabila suku bunga pasar berubah menjadi di bawah suku bunga tetap Anda, maka cicilan Anda menjadi lebih mahal dari yang ada di pasaran saat ini.

Jadi, pada dasarnya apapun jenis bunga yang dipilih sudah memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Pada akhirnya, semuanya kembali pada pilihan Anda, apakah mau memilih suku bunga flat, atau floating. Kondisi objektif keuangan nasabah KPR adalah pertimbangan utama dalam memilih jenis suku bunga KPR. Telitilah sebelum Anda mengambil sebuah KPR, kenali dulu kondisi keuangan dan sifat pribadi Anda sendiri agar tidak terjadi ketidaksesuaian kredit dengan keuangan sendiri. Untuk menghindari kesalahpahaman kredit di kemudian hari, sebaiknya baca dan pahami isi perjanjian kredit itu.

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!