Pengemudi Ojek "Online" Masih "Ngetem" di Jalan Margonda

redaksi.co.id - Pengemudi Ojek "Online" Masih "Ngetem" di Jalan Margonda Pada sekitar pukul 19.30, para pengemudi ojek online terpantau banyak yang berkumpul di ruas Jalan Margonda...

56 0

redaksi.co.id – Pengemudi Ojek "Online" Masih "Ngetem" di Jalan Margonda

Pada sekitar pukul 19.30, para pengemudi ojek online terpantau banyak yang berkumpul di ruas Jalan Margonda dari depan mal Margo City hingga Toko Buku Gramedia.

Sepeda motor mereka pengemudi ojekonline terlihat berjajar di pinggir trotoar di lokasi tersebut.

FOTO: Para pengemudi ojek online yang terpantau sedang menunggu penumpang atau ngetem di sepanjang pinggir Jalan Margonda, tepatnya di depan mal Margo City pada Kamis (30/3/2017) malam.Kompas.com/Alsadad Rudi.

Saat ditemui Kompas.com, seorang pengemudi ojekonline yang sedang ngetem, Hartono (36), mengaku belum tahu mengenai adanya Peraturan Wali Kota Depok Nomor 11/2017 tentang Angkutan Orang dan Sepeda Motor.

“Belum tahu tuh,” ujar dia.

Tidak semua pengemudi ojek online yang masih ngetem di Jalan Margonda adalah mereka yang belum mengetahui peraturan. Ada pula yang memilih tetap ngetem sebagai bentuk protes.

Hal itulah yang dilontarkan Hendra (28). Dia mengaku sudah mengetahui adanya peraturan baru yang dikeluarkan Wali Kota Depok tersebut. Namun, dia menyebut saat sosialisasi yang digelar pada Rabu (29/3/2017), tak ada satupun pengemudi ojek online yang diundang ke Balai Kota Depok.

“Yang diundang sama Pak Pradi (Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriyatna) cuma sopir angkot,” ujar Hendra.

Seperti Hendra, Ferdian (24), juga melontarkan hal serupa. Dia menganggap Peraturan Wali Kota Depok Nomor 11/2017 tidak adil bagi pengemudi ojek online.

“Kenapa cuma kami yang dilarang (ngetem). Padahal kan yang bikin macet bukan kami,” ujar Ferdian.

Pemerintah Kota Depok baru saja menerbitkan Peraturan Wali Kota Depok Nomor 11/2017 tentang Angkutan Orang dan Sepeda Motor. Inti dari peraturan itu adalah pembatasan angkutan berbasis aplikasi, termasuk ojek online, untuk menjemput penumpang di tempat-tempat tertentu, salah satunya pada pinggir jalan di ruas jalan yang telah dilalui angkutan umum eksisting, tak terkecuali di depan mal.

Kendati demikian, angkutan berbasis aplikasi masih bisa menjemput calon penumpang yang meminta dijemput di mal. Dengan syarat, penjemputan dilakukan di dalam area mal. Selain itu, mereka juga masih dapat menjemput penumpang di rumah dan tempat-tempat lain selain di pinggir jalan yang dilalui angkutan umum.

Penulis: Alsadad Rudi

Editor: Indra Akuntono

Copyright Kompas.com

(red/udianto/R)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!