Warga Korea Utara Mengamuk, Ini Pemicunya

redaksi.co.id - Warga Korea Utara Mengamuk, Ini Pemicunya Warga Korea Utara di provinsi Changjin dilaporkan mengamuk setelah polisi memukul hingga tewas seorang pria dan mengirim istrinya...

118 0

redaksi.co.id – Warga Korea Utara Mengamuk, Ini Pemicunya

Warga Korea Utara di provinsi Changjin dilaporkan mengamuk setelah polisi memukul hingga tewas seorang pria dan mengirim istrinya ke kamp kerja paksa, sehingga anak-anak mereka menjadi yatim piatu.Kabar warga Changjin mengamuk diungkapkan seorang sumber yang tinggal di provinsi Hamgyong Selatan kepada Radio Free Asia yang kemudian memberitakannya pada hari Kamis, 30 Maret 2017. Menurut sumber itu, pria itu dipukuli hingga tewas gara-gara polisi Changjing, Korea Utara tidak menemukan dokumen yang lengkap dari pria itu untuk melakukan perjalanan bisnis.Saat itu, polisi menangkap enam warga Changjin dengan alasan dokumen perjalanan mereka tidak lengkap. Beberapa di antara mereka kemudian dipukuli hingga tewas. Istri mereka lalu dikirim ke kamp kerja paksa dan anak-anak mereka menjadi yatim piatu. “Berita tentang insiden polisi di Changjin merebak di seluruh negara dan membangkitkan amarah warga,” kata sumber itu. Meski keadaan sudah panas, aparat pemerintah pusat Korea Utara tidak mengambil tindakan apapun terhadap polisi itu, meski pun keluarga dari para korban yang ditahan dan tewas dipukuli mengungkapkan perilaku polisi Changjin yang sewenang-wenang.Sumber tersebut menduga penyebab insiden kekerasan aparat polisi dipicu pemberian sebagian kewenangan Badan Keamanan Negara ke polisi. “Sementara Badan Keamanan Negara sedang menangani insiden Kim Wong Hong.”Kim Wong Hong, Menteri Keamanan Negara, dituduh melakukan korupsi, penyelewengan kekuasaan, dan pelanggaran hak asasi manusia. Kim Wong Hong dicopot dari jabatannya pertengahan Januari 2017. Kim selama ini menjadi penasehat kunci pemerintahan Kim Jong-un. Kim Wong Hong kemudian dieksekusi mati bersama empat pejabat senior lainnya dari kantor tempatnya bekerja. Ia bekerja di kementerian yang berperan sebagai polisi rahasia Korea Utara, mirip Stasi di masa penguasa Hitler di Jerman.RFA | INDEPENDENT | MARIA RITA

(red/ainin/adziroh/LN)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!