S&P Naikkan Peringkat Indonesia, Dana Asing yang Masuk Akan Semakin Deras

redaksi.co.id - S&P Naikkan Peringkat Indonesia, Dana Asing yang Masuk Akan Semakin Deras Lembaga pemeringkat Standard & Poor's (S&P) diperkirakan akan mengerek peringkat surat utang pemerintah...

70 0

redaksi.co.id – S&P Naikkan Peringkat Indonesia, Dana Asing yang Masuk Akan Semakin Deras

Lembaga pemeringkat Standard & Poor’s (S&P) diperkirakan akan mengerek peringkat surat utang pemerintah Indonesia ke level “investment grade”.

Pemerintah dan sejumlah analis melihat seharusnya tak ada lagi isu yang menahan S&P untuk mengambil keputusan tersebut. Ekspektasi akan dinaikkannya peringkat surat utang pemerintah Indonesia pun telah mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju, beberapa kali mencetak rekor tahun ini.

Kenaikan indeks komposit didorong oleh aksi beli yang terus dilakukan oleh investor asing. Namun, bagaimana jika ternyata kenyataan yang terjadi nantinya, berbeda dari ekspektasi saat ini.

Akankah dana-dana asing keluar dari bursa (capital outflow)? Menurut Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio, jumlah investasi yang ditanamkan investor asing tidak akan turun.

Malah, kalau S&P betul-betul menaikkan peringkat Indonesia ke investment grade, capital inflow atau dana asing masuk akan semakin deras. Hal tersebut juga dikarenakan investor asing telah melakukan pembobotan pada portofolio saham-saham.

Foto: Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Tito Sulistio saat memberikan keterangan pers di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (16/1/2017). PT Bursa Efek Indonesia akan merevisi dua peraturan mengenai transaksi marjin yakni Peraturan BEI no II-H tentang Persyaratan dan Perdagangan Efek dalam Transaksi Marjin dan Transaksi Short Selling, serta Peraturan BEI nomor III-I tentang Keanggotan Marjin dan/atau Short Selling.KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO

“Contoh MSCI, bobot Singapura 30 persen, Indonesia 20 persen. Emang segitu kok. Jadi (kalau S&P batal naikkan rating) enggak membuat mereka (investor) narik duitnya, enggak,” kata Tito di Jakarta, Jumat (31/3/2017).

Sekadar informasi MSCI merupakan indeks yang dibuat oleh Morgan Stanley Capital International untuk mengukur performa pasar di area tertentu. Selain itu, Tito juga menyampaikan saat ini investor asing yang masuk ke bursa Indonesia mayoritas menggunakan strategi stock-picking.

“Orang masuk ke suatu negara (invest) yang dilihat pertama rating, kemudian kekuatan industrinya. Tetapi, ada juga (orang yang) stock-picking. Saat ini orang masuk ke Indonesia lebih banyak stock-picking,” ucap Tito.

Penulis: Estu Suryowati

Editor: M Fajar Marta

Copyright Kompas.com

(red/uhammad/irmansyah/MF)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!