Mempersiapkan Dana Pensiun, Pilih Deposito atau DPLK?

redaksi.co.id - Mempersiapkan Dana Pensiun, Pilih Deposito atau DPLK? Hal yang sering kali menimbulkan rasa miris adalah buruknya perencanaan keuangan banyak orang di Indonesia yang ditandai...

81 0

redaksi.co.id – Mempersiapkan Dana Pensiun, Pilih Deposito atau DPLK?

Hal yang sering kali menimbulkan rasa miris adalah buruknya perencanaan keuangan banyak orang di Indonesia yang ditandai dengan tidak memiliki atau tidak peduli dengan persiapan dana pensiun. Walaupun telah ada BPJS Ketenagakerjaan sebagai jaminan pensiun, apakah dana yang tersimpan tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan selama masa pensiun?

Banyak orang lupa bahwa saat sudah tidak bekerja lagi mereka terancam kesulitan finansial. Mengandalkan dana dari BPJS Ketenagakerjaan belum menjamin biaya-biaya hidup tercukupi usia 70 tahun (rata-rata usia harapan hidup). Karena itu, perlu adanya dana pensiun di luar Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP) yang disediakan BPJS Ketenagakerjaan.

Bagi yang masih bingung bagaimana mempersiapkan dana pensiun, ada banyak cara yang bisa dilakukan. Ada program pensiun yang dikenal dengan nama Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Namun, bukan berarti Anda harus menggunakan program tersebut. Anda bisa juga memanfaatkan produk finansial lain semisal deposito sebagai investasi dana pensiun nanti.

Keduanya tentu saja memiliki karakteristik yang berbeda. Agar tahu mana yang cocok untuk rencana pensiun Anda, pahamilah perbedaannya lewat penjelasan di bawah ini.

Mempersiapkan Dana Pensiun dengan DPLK atau Deposito via shutterstock.com

Tentu Anda sudah familier dengan deposito yang adalah produk perbankan. Produk ini merupakan salah satu yang dijamin Pemerintah lewat Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Deposito masuk ke dalam kategori produk berjangka yang lebih menguntungkan daripada tabungan konvensional. Deposito dipilih banyak orang karena tergolong produk investasi paling aman dan menguntungkan.

masih belum terlalu dikenal masyarakat. DPLK merupakan salah program dana pensiun yang dibentuk bank atau perusahaan asuransi jiwa untuk menyelenggarakan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP) bagi perorangan, baik itu karyawan maupun pekerja mandiri. DPLK terbilang fleksibel karena bisa diikuti secara individual (perorangan) atau perusahaan pemberi kerja.

Sebagai salah satu jenis tabungan berjangka dengan imbal balik lebih besar daripada tabungan, deposito terdiri atas dua jenis yang bisa dipilih nasabah sesuai dengan kebutuhannya.

DPLK sedikit berbeda dengan deposito walaupun tujuannya sama melayani nasabah yang ingin mempersiapkan dana pensiun. Di dalam DPLK, sejumlah iurannya telah ditetapkan di dalam peraturan dana pensiun tersebut. Berikut dengan hasil pengembangannya juga yang dibukukan pada rekening masing-masing peserta sebagai manfaat pensiun yang akan mereka dapatkan.

Perihal mengenali DPLK telah diatur dalam UU No. 11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun. Dalam pelaksanaannya, penerimaan manfaat DPLK menjadi tanggung jawab Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bunyi dari UU tersebut, di antaranya pertama, uang pensiun atau DPLK yang bisa diambil maksimal 20% sebagai awalan. Ini sesuai dengan Pasal 14 Peraturan OJK tersebut. Artinya, pada hari itu di mana Anda pensiun atauresigndari suatu perusahaan, Anda tidak bisa mengambil seluruh dari manfaat uang pensiun tersebut.

Kedua, sisa 80% dari uang manfaat pensiun selanjutnya akan diberikan secaraannuitasoleh perusahaan asuransi jiwa yang mengurusi dana pensiun tersebut selama seumur hidup. Artinya, dana pensiun akan diberikan setiap bulan layaknya gaji.

Deposito Juga Bisa Dimanfaatkan sebagai Persiapan Dana Pensiun viashutterstock.com

Return dana yang disetorkan ke dalam deposito ataupun DPLK sangat menentukan keberhasilan target dana pensiun yang akan Anda nikmati nantinya. Berikut ini perbedaan sistem return kedua jenis produk tersebut.

Pilihan persiapan dana pensiun melalui deposito harus mempertimbangkan beberapa hal ini:

Pilihan persiapan dana pensiun melalui DPLK harus mempertimbangkan beberapa hal ini:

Perbedaan besarnya potensi dan risiko antara deposito dan DPLK disebabkan alokasi penempatan dana peserta yang berbeda. Manakah yang terbaik untuk dipilih? Sesuaikan dengan profil risiko Anda. Jika Anda adalah tipe orang yang berani ambil risiko dan menginginkan return yang tinggi, ambil saja DPLK. Namun, jika Anda ingin dana yang tersimpan terjamin keamanannya, ambil saja deposito.

(red/ijayanto/W)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!