Harga Pangan Turun Jadi Katalis Positif

redaksi.co.id - Harga Pangan Turun Jadi Katalis Positif Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan realisasi deflasi di Maret 2017 sebesar 0,02 persen. Pencapaian tersebut didorong karena deflasi...

41 0

redaksi.co.id – Harga Pangan Turun Jadi Katalis Positif

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan realisasi deflasi di Maret 2017 sebesar 0,02 persen. Pencapaian tersebut didorong karena deflasi kelompok bahan makanan yang lebih besar menghambat inflasi pada kelompok listrik dan bahan bakar sehingga bulan ketiga ini mengalami deflasi.

Kepala BPS, Suhariyanto atau yang akrab disapa Kecuk mengungkapkan, periode Maret ini dengan realisasi deflasi 0,02 persen di luar dugaan Bank Indonesia (BI) maupun pengamat ekonomi. Lantaran Maret 2016 dan Maret 2015, masing-masing mencatatkan inflasi sebesar 0,19 persen dan 0,17 persen.

“Ini agak di luar dugaan, Maret 2017 deflasi 0,02 persen. BI dan Ekonom memperkirakan inflasi rendah,” kata dia saat Konferensi Pers di kantornya, Jakarta, Senin (3/4/2017).

Adapun pendorong deflasi di Maret ini menurut kelompok pengeluaran, berasal dari bahan makanan yang deflasi 0,66 persen dan andil terhadap deflasi 0,14 persen. Kecuk mengatakan, beberapa komoditas pangan harganya turun di Maret ini.

“Komoditasnya meliputi, cabai rawit merah andil deflasi 0,08 persen, beras deflasi 0,03 persen, cabai rawit hijau andil deflasi 0,03 persen, penurunan harga ikan segar 0,02 persen, ayam ras dan bawang putih masing-masing turun harga 0,02 persen dan 0,01 persen,” Kecuk menerangkan.

Penyumbang lainnya, kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan mencatatkan deflasi 0,13 persen dengan andil deflasi 0,03 persen. Akan tetapi, ada perumahan, listrik, gas, dan bahan bakar mengalami inflasi dengan andil 0,07 persen, sedangkan inflasinya di Maret ini 0,30 persen.

“Pada kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar, komoditas yang dominan inflasinya adalah kenaikan tarif listrik pelanggan 900 VA non subsidi untuk prabayar sebesar 12,26 persen dari keseluruhan pelanggan. Andil inflasi untuk kenaikan tarif listrik ini sebesar 0,05 persen,” jelas Kecuk.

Kemudian komoditas lain yang memiliki sumbangan inflasi sebesar 0,01 persen, berasal dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dan Pertalite di Maret 2017.

“Kesimpulannya, penurunan harga bahan makanan karena ada panen raya menetralisir penyesuaian tarif listrik untuk rumah tangga 900 VA dan kenaikan harga Pertamax dan Pertalite, sehingga terjadi deflasi di Maret 2017 sebesar 0,02 persen,” dia menandaskan.

(red/ramanta/utra/amungkas/BPP)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!