Mengapa Mengenalkan Keuangan Bagi Anak itu Penting? Ini Alasannya

redaksi.co.id - Mengapa Mengenalkan Keuangan Bagi Anak itu Penting? Ini Alasannya Usia anak-anak merupakan usia di mana mereka sedang tumbuh dan berkembang, terutama saat anak memasuki...

64 0

redaksi.co.id – Mengapa Mengenalkan Keuangan Bagi Anak itu Penting? Ini Alasannya

Usia anak-anak merupakan usia di mana mereka sedang tumbuh dan berkembang, terutama saat anak memasuki usia sekolah dasar antara umur 7-12 tahun. Pada usia tersebut biasanya seorang anak memiliki rasa keingintahuan yang tinggi, mereka juga cepat menyerap pengetahuan tentang hal baru. Di saat itulah orang tua bisa mulai mengenalkan perihal keuangan kepada anak.

Cara memperkenalkan masalah keuangan kepada anak bukan dengan langsung mengenalkan mereka kepada produk-produk keuangan, akan tetapi lebih mendasar dengan memberi penjelasan apa itu uang. Setelah mereka mengerti fungsi dari uang tersebut, Anda bisa mengajarkan mereka . Berikut cara-cara yang bisa dipraktikan untuk mengenalkan anak perihal keuangan.

Uang Rupiah via shutterstock.com

Hal paling sederhana yang bisa dilakukan orang tua adalah memberikan pengenalan tentang konsep uang kepada anak. Jelaskan apa fungsi dari uang agar mereka mengerti bagaimana cara menggunakan uang tersebut. Kenalkan juga kepada mereka uang berdasarkan nominalnya dari pecahan terkecil sampai pecahan terbesar. Hal ini dimaksudkan agar anak mengenal nilai uang dan tidak menganggap semua uang sama saja.

Anda bisa memulai praktiknya dengan memberikan macam-macam uang asli baik berupa uang kertas maupun uang logam kepada anak dan beri penjelasan sederhana tentang perbedaan kedua jenis uang tersebut, seperti uang kertas untuk pecahan besar dan uang logam untuk pecahan kecil. Anak tentunya akan tertarik untuk belajar akan hal tersebut, terlebih pecahan uang rupiah kertas terbaru berwarna-warni menambah daya tarik anak. Namun, perlu diingat untuk memberitahu anak bahwa uang bukanlah untuk mainan karena uang memiliki nilai tertentu, jadi jangan sampai hilang.

Di saat anak pergi sekolah cobalah dengan membekali mereka dengan uang saku. Beritahu kepada anak untuk menggunakan uang tersebut sesuai dengan kebutuhan seperti membeli makanan atau jajanan pada saat jam istirahat nanti. Dengan begitu si anak akan mulai berpikir apa yang harus dia belikan dengan uang tersebut. Rasa tanggung jawab dalam mengelola keuangan pun akan muncul seiring berjalannya waktu.

Selain itu, Anda juga wajib memperhatikan jumlah uang yang diberikan. Jangan terlalu berlebihan memberi uang saku kepada anak, berilah secukupnya dan konsisten. Jika Anda memberikan uang secara berlebihan kepada anak maka hal yang diharapkan akan percuma karena si anak tidak akan belajar mengatur keuangan. Anak akan merasa semua yang diinginkan dapat dibeli karena uang yang dimilikinya ada banyak. Hal tersebut juga akan menimbulkan sikap boros kepada anak.

mengajarkan anak menabung via shutterstock.com

Menabung adalah kegiatan positif menguntungkan yang dapat diajarkan kepada anak. Ajarkan kepada anak untuk menabungkan sisa uang jajan mereka setiap harinya. Kalau perlu belikan celengan berbentuk hewan kesukaannya untuk menambah motivasi anak untuk menabung. Tanamkan juga pepatah hemat pangkal kaya, sedangkan boros pangkal miskin.

Selain itu, beritahu anak keuntungan dari menabung, seperti hasil dari uang yang ditabung nantinya akan terkumpul banyak dan dapat dipergunakan untuk membeli barang-barang yang diinginkan. Mengajarkan anak untuk menyisihkan sebagian uangnya untuk ditabung juga dipercaya membentuk perilaku hemat pada si anak.

Untuk penerapannya Anda dapat melakukan praktek sederhana saat anak meminta untuk dibelikan suatu mainan. Ajarkan mereka untuk menabung guna membeli mainan tersebut. Tanyakan kepada anak berapa uang yang dapat ditabungnya perhari dari sisa uang jajan, cari tahu juga berapa harga mainan tersebut. Kemudian bantu anak untuk menghitung kapan kira-kira uangnya cukup untuk membelinya.

Banyak pelajaran perihal keuangan yang akan didapatkan dengan membawa anak ke tempat perbelanjaan. Mulailah untuk membawa anak Anda ke pasar atau supermarket saat berbelanja guna mengenalkan praktik jual beli secara langsung. Biarkan anak melihat bagaimana cara orang tuanya berbelanja. Si anak tentu saja akan mengenal bagaimana cara bertransaksi dengan membayarkan sejumlah uang tertentu untuk mendapatkan barang yang akan dibeli. Akan ada pelajaran tambahan bagi anak yang dibawa berbelanja ke pasar yaitu anak akan mengenal sistem tawar menawar dalam transaksi.

Selain itu, anak juga akan merekam apa saja yang harus dibeli untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan begini, anak akan tahu keperluan apa saja yang dibutuhkan di rumah. Ajarkan juga bagaimana cara memilih barang yang akan dibeli, contohnya memilih buah atau sayuran yang segar, agar mereka mengerti dan dapat merasakan bagaimana berperan sebagai konsumen.

Permainan Monopoli viasinarharapan.co

Salah satu metode ampuh untuk mengajarkan anak adalah belajar sambil bermain. Cobalah mengenalkan perihal keuangan kepada anak lewat permainan. Salah satu caranya adalah lewat .

Dalam monopoli, anak dapat belajar sistem jual beli sambil bermain dengan berbagai macam nominal uang mainan yang ada. Selain itu, anak juga dapat belajar mengenal sistem bank karena dalam monopoli ada pemain yang berperan sebagai bank.

Selain mengajarkan anak menggunakan uang untuk tujuan komersial, ajarkan juga anak untuk berbagi dengan sesama. Beri penjelasan kepada anak untuk tidak boros dalam menggunakan uang karena tidak semua orang memilikinya.

Cara mengajarkan anak untuk berbagi bisa dengan mengajarkannya untuk melakukan sedekah di tempat ibadah atau memberikan uang kepada pengemis. Dengan begitu rasa simpati anak terhadap sesama akan mulai tumbuh.

kerja keras via shutterstock.com

Tanamkan kepada anak sejak usia dini bahwa uang yang dimiliki tidak semata-mata didapatkan begitu saja. Melainkan, dibutuhkan usaha dan kerja keras untuk mendapatkannya. Semakin seseorang bekerja keras semakin banyak uang yang akan dihasilkannya.

Hal tersebut berguna untuk mengajarkan anak untuk tidak menghambur-hamburkan uang. Secara tidak langsung metode ini juga mengajarkan anak untuk bersifat rajin karena ada gambaran bagi mereka jika ingin mendapatkan uang banyak maka dibutuhkan kerja yang banyak juga.

Bagi Anda yang sudah menjadi orang tua, sebaiknya mulai ajarkan perihal keuangan kepada ana anak saat mereka memasuki usia sekolah. Tentu saja mengajarkan mengenai keuangan ini bukan merupakan perkara mudah, diperlukan penjelasan sesederhana mungkin agar anak mudah memahaminya. selain itu, dibutuhkan praktik juga untuk melengkapinya.

Banyak dampak positif yang bisa didapatkan dengan mengajarkan hal tersebut kepada anak, salah satunya adalah anak menjadi mengerti bagaimana cara mengatur keuangan sejak dini. Selain itu, pengenalan perihal keuangan juga diharapkan dapat menanamkan sifat hemat pada anak saat mereka tumbuh dewasa.

(red/usland/argarito/RM)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!