Adu konsep, berebut pasar mahasiswa di Depok

redaksi.co.id - Adu konsep, berebut pasar mahasiswa di Depok Kota ini ibarat gadis cantik yang sedang banyak dilirik. Itulah Depok, Jawa Barat. Lokasinya hanya selemparan batu...

81 0

redaksi.co.id – Adu konsep, berebut pasar mahasiswa di Depok

Kota ini ibarat gadis cantik yang sedang banyak dilirik. Itulah Depok, Jawa Barat. Lokasinya hanya selemparan batu dengan Ibukota Jakarta, menjadikan Depok sebagai wilayah peyangga yang sangat strategis. Kini, Depok mengalami perkembangan yang begitu pesat. Padahal di masa lalu, Kota Belimbing ini adalah sebuah wilayah yang terasa jauh dari Jakarta bahkan sangat sepi. Kata orang, Depok itu dahulu tempat jin buang anak.

Sekarang, kalau Anda bertandang ke Depok bakal terheran-heran, lho. Ketika Anda memasuki Gapura Selamat Datang di Kota Depok, pemandangan gedung-gedung vertikal mulai menghiasai deretan kiri-kanan Jalan Margonda Raya. Cuma, Anda kudu bersabar, ya. Kemacetan siap menghadang saat melintasai jantung kota ini, terlebih pada jam-jam sibuk apalagi di akhir pekan. Begitulah indikator perkembangan ekonomi di suatu wilayah yang berkembang pesat, selalui dibarengi dengan persoalan lalulintas.

Selain pusat perbelanjaan, keberadaan bangunan jangkung itu merupakan apartemen dan hotel yang marak di bangun dalam beberapa tahun belakangan ini. Di sisi lain, pesatnya pertumbuhan pembangunan ini berdampak pada naiknya harga properti. Tak pelak, persaingan bisnis sektor properti di Depok semakin kencang. Apa yang menjadi daya tarik Depok bagi investor?

Tentunya, pertumbuhan kawasan Depok yang pesat plus jumlah mahasiswa yang mencapai ribuan menjadi magnet kuat bagi pengembang properti. Di Depok, ada kampus Universitas Indonesia (UI), Universitas Gunadarma, Bina Sarana Informatika (BSI), dan Universitas Pancasila, dan beberapa kampus swasta lainnya yang jaraknya hanya beberapa menit.

Ya, wajar saja setelah Margonda Residence hadir, Apartemen Taman Melati I dan II, Dave Apartment, Apartemen Logios Depok, terus bermunculan apartemen yang menyasar pangsa pasar mahasiswa. Bahkan, PT Graha Loka Pangestu berani mengusung konsep hunian khusus untuk wanita lewat Female Apartment Adhigrya Pangestu. Apartemen 24 lantai yang berlokasi di seberang kampus UI ini diklaim sebagai apartemen pertama di Indonesia yang penghuninya kaum hawa. Saat ini, Female Apartment Adhigrya Pangestu dalam proses pembangunan dan ditarget kelar pada 2018 mendatang.

Tak ingin menyia-nyiakan pasar warga kampus yang menggiurkan, PT PP Properti Tbk (PPRO) juga siap bersaing dengan pengembang lainnya. Minggu (2/4) lalu, PPRO melaksanakan groundbreaking apartemen Evenciio Margonda, yang digadang-gadang sebagai apartemen antinarkoba pertama di Indonesia. PP Properti menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam membangun sistem pencegahan. Sebagai apartemen premium mahasiswa, Evenciio Margonda memang menargetkan pembelinya adalah mahasiswa. Perusahaan properti pelat merah ini menawarkan konsep bebas narkoba karena apartemen kerap dijadikan tempat transaksi barang haram tersebut.

Direktur Utama PPRO Taufik Hidayat mengatakan, pihaknya hadir di Depok tidak hanya demi kepentingan bisnis dengan membangun apartemen tapi berkomitmen turut dalam pemberantasan narkoba. “Evenciio Margonda hadir tak sekadar bisnis, tapi PP Properti konsen terhadap kehidupan masa depan generasi bangsa,” katanya.

Betapa tidak, Taufik bilang, penyalahgunaan narkoba sudah melibatkan lima juta orang. Artinya, dengan populasi penduduk kita yang mencapai 250 juta jiwa, satu diantara 50 orang ditenggari pelaku narkoba. “Evenciio Margonda adalah pilot project proyek premium student apartment pertama di Indonesia berkonsep bebas narkoba. Konsep ini juga akan diterapkan pada proyek properti kami lainnya yang sedang dikembangkan,” tukasnya.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Pencegahan BNN Ali Johardi mengapresiasi pengembang apartemen yang bertekad bersih-bersih dalam pencegahan peredaran narkoba apalagi di sekitar lingkungan kampus. Ali berharap jangan sampai tekad itu dikalahkan oleh oknum yang bekerja sama dengan bandar sehingga meruntuhkan komitmen tersebut.

“Begitu datang menawarkan kerjasama, kami bingung ini konsep bagaimana apartemen kok bisa bebas narkoba. Kami percayakan pada sistemnya bagaimana nantinya. Apakah bandar yang menang dan senyum-senyum melihat tekad ini, ataukah penghuni yang berhasil perang terhadap narkotika,” tegas Ali.

Setali tiga uang dengan Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna, yang menyambut baik perhatian dan kepeduliaan PPRO terhadap lingkungan Depok yang memang sarat dengan aktivitas kampus. “Di tempat ini juga, sebulan lalu, saya menghadiri sosialisasi mengenai penyalahgunaan, pencegahan, pemberantasan, dan peredaran gelap narkoba yang diadakan BNN dan Evenciio Margonda,” akunya seraya meminta kepada pengembang agar selalu memperhatikan kearifan lokal yang ada di Depok.

Project Director Evenciio Margonda Nurjaman menambahkan, setelah sempat membuat trik pemasaran mengejutkan lewat tagline apartemen berkonsep bebas narkoba, dan meluncurkan konsep Marketing Drive-Thru, pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) akan segera direalisasikan sejalan dengan pembangunan Evenciio Margonda. Diharapkan pada semester kedua 2019, apartemen yang memiliki dua tower ini dapat diserahterimakan pada penghuni ataupun investor,” ujarnya.

Menurut Nurjaman, respons masyarakat untuk memiliki apartemen ini cukup bagus. Angka pemasarannya secara total telah menyentuh 65%. Evenciio Margonda memiliki brand differentiation yang tinggi. Salah satu keunikan yang ditawarkan adalah konsep triple key system, yaitu satu unit dengan tiga kunci. Dengan konsep ini, pembeli apartemen Evenciio Margonda tipe triple key akan mendapatkan tiga kunci, dimana tiap kamar memiliki kamar mandi sendiri.

Dengan konsep ini, pembeli tipe tiga kamar yang berukuran 66,20 m2 dapat menerapkan sewa satu atau dua kamar kepada penghuni lainnya. Jelas, ini sangat menguntungkan bagi pembeli tipe triple key tersebut. Paduan lokasi strategis, inovasi dan kreativitas produk.

(red//ur/sikin/MNA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!