Simpang Susun Semanggi 70 Persen, PT WIKA: Beroperasi Akhir Juli

redaksi.co.id - Simpang Susun Semanggi 70 Persen, PT WIKA: Beroperasi Akhir Juli Sejumlah alat berat terparkir di lokasi proyek pembangunan simpang susun Semanggi, Jakarta, Senin, 3...

89 0

redaksi.co.id – Simpang Susun Semanggi 70 Persen, PT WIKA: Beroperasi Akhir Juli

Sejumlah alat berat terparkir di lokasi proyek pembangunan simpang susun Semanggi, Jakarta, Senin, 3 April 2017. Para pekerja mulai menggarap infrastruktur jalan itu sejak pukul 08.30. Pengerjaan sedang fokus pada pembangunan fisik jalan di sisi Halte Polda. Meski di sisi Sudirman dekat Plaza Semanggi pengerjaan fisik sudah selesai, para pekerja masih tetap terlihat bekerja di sisi lainnya.

Pembangunan proyek simpang susun Semanggi kini telah mencapai 70 persen, kata Coorprate Secretary PT WIKA Suradi Wongso kepada Tempo, Senin, 3 April 2017. Ia optimistis pengerjaan pembangunan ini selesai sesuai rencana. Sisi Sudirman sudah selesai tersambung. Sisi arah Slipi diharapkan rampung pada awal Mei. “Jadi akhir Juli sudah bisa difungsikan.” Pembangunan Simpang Susun Semanggi dimulai sejak Jumat, 8 April 2016. Rencana pembangunannya berlangsung selama 540 hari kerja. Dengan waktu perencanaan 60 hari kalender dan waktu pelaksanaan 480 hari kalender. Selain itu ada masa pemeliharaan 365 hari.

FOTO: Penyelesaian pengerjaan jembatan simpang susun semanggi, Jakarta, 21 Maret 2017. Jembatan yang memiliki panjang total 1,6 km ini menghabiskan dana sekitar Rp 354 miliar. Tempo/Tony Hartawan

Proyek ini anggarannya mencapai Rp360 miliar. Anggaran itu berasal dari nilai kompensasi pengembang PT Mitra Panca Persada, anak perusahaan asal Jepang, Mori Building Company.

Jalan layang ini terdiri atas dua ruas. Satu ruas untuk kendaraan dari arah Cawang menuju ke Bundaran Hotel Indonesia, dan satu ruas lagi untuk kendaraan dari arah Slipi menuju Blok M.Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyebut proyek ini menjadi yang pertama di Indonesia yang membuat bentang terpanjang di atas jalan tol dalam kota Jakarta secara full precast melengkung (hiperbolik). Simpang susun ini diklaim bisa mengurai kemacetan Jakarta.

INGE KLARA SAFITRI

(red/ochman/rief/RA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!