Julia Perez Sering Bertanya "Mama Mana?"

redaksi.co.id - Julia Perez Sering Bertanya "Mama Mana?" Ibu dan ayah Julia Perez dalam wawancara di RSCM, Jakarta Pusat, Senin (3/4/2017) malam.KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGPenyanyi dangdut Julia...

43 0

redaksi.co.id – Julia Perez Sering Bertanya "Mama Mana?"

Ibu dan ayah Julia Perez dalam wawancara di RSCM, Jakarta Pusat, Senin (3/4/2017) malam.KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG

Penyanyi dangdut Julia Perez seakan tak bisa lepas dari ibundanya, Sri Wulansih, selama dirawat di rumah sakit karena kanker serviks stadium empat.

Perempuan yang akrab disapa Jupe itu selalu menanyakan keberadaan sang ibu.

“Kalau kita (saya) diem aja, ‘mama mana?’. Kan berarti pikirannya masih ada (ke) mamanya,” kata Sri di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, Senin (3/4/2017) malam.

Sri menyebut Jupe selalu ingin ada yang menemaninya mengobrol, khususnya ibu dan adik-adiknya.

Karena itulah, ia tak bisa meninggalkan rumah sakit jika putrinya itu belum tidur. Sri menunggu Jupe tidur, barulah sekitar pukul 21.00 atau 22.00 WIB pulang dijemput sang suami.

“Enggak pernah enggak ke sini (RS). Nunggu tidur dulu nemenin ngobrol. Kalau dia tidur, istirahat dulu,” kata Sri.

Diberitakan sebelumnya, Jupe sudah menjalani kemoterapi terakhirnya. Setelah itu, ia sudah tak memiliki jadwal terapi lagi.

Kali pertama Jupe membeberkan ke publik bahwa ia terkena kanker serviks adalah pada November 2014 lalu.

Tiga bulan kemudian setelah berobat ke Singapura, Jupe sempat dinyatakan sembuh dari kanker.

Lalu, setahun belakangan personel Trio Cecepy ini mengungkapkan bahwa kanker serviks yang ia derita sudah memasuki stadium akhir.

Pada 12 Februari 2017, Jupe dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSCM karena terus mengigil dan kakinya kirinya mulai membengkak. Padahal sehari sebelumnya ia sudah pulang setelah dirawat selama 15 hari.

Belakangan diketahui, pembengkakan itu adalah efek pengobatan radiasi kanker yang pernah ia terima.

Hingga saat ini, Jupe sudah berkali-kali menjalani kemoterapi dan tiga kali operasi blok saraf, yakni pada kaki, perut, dan lengannya.

Penulis: Andi Muttya Keteng Pangerang

Editor: Kistyarini

Copyright Kompas.com

(red/udhi/wi/nggoro/YDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!