Tarif Taksi "Online" Jadi Keputusan Pemerintah Pusat

redaksi.co.id - Tarif Taksi "Online" Jadi Keputusan Pemerintah Pusat Meski sudah resmi diterapkan, namun beberapa poin regulasi baru mengenai taksi online masih dalam tahap transisi. Salah...

57 0

redaksi.co.id – Tarif Taksi "Online" Jadi Keputusan Pemerintah Pusat

Meski sudah resmi diterapkan, namun beberapa poin regulasi baru mengenai taksi online masih dalam tahap transisi. Salah satu diantaranya adalah soal penetapan tarif batas atas dan bawah yang baru akan dilaksanakan tiga bulan lagi.

Dari rencana semula tarif akan ditetapkan masing-masing pemerintah daerah, berubah menjadi keputusan Menteri Perhubungan. Perubahan rencanan ini diklaim untuk menghindari adanya ketidaksetaraan antar daerah.

“Rencana awal memang pemerintah daerah, namun untuk menghindari ketidak setaraan akhirnya keputusan bermuara ke menteri, terutama untuk daerah di luar Jakarta,” ucap Humas Ditjen Perhubungan Darat Pitra Setiawan saat dihubungi KompasOtomotif, Selasa (4/4/2017).

FOTO: Ratusan sopir taksi online tiba di depan kompleks gedung DPR/MPR RI, Senin (22/8/2016). Para sopir berunjuk rasa menuntut untuk mencabut Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek.KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERA

Menurut Pitra, ada beberapa kota besar yang memiliki karakteristik sama, baik dari tingkat kebutuhan dan ekonomi. Tapi saat angka tarifnya keluar, ternyata nilainya berbeda jauh.

Untuk menghindar hal tersebut, akhirnya diambil langkah tadi. Pemerintah daerah cukup memberikan usulan tarif beserta hasil kajiannya ke pemerintah pusat, dari situ akan dikaji ulang kembali.

“Kalau antara daerah satu dengan daerah lain yang berdekatan, punya karakter sama, tapi angkanya jomplang (beda jauh) maka akan tidak seimbang. Setelah diusulkan dari daerah akan dikaji lagi, dan nantinya yang memutuskan langsung Menteri Perhubungan,” kata Pitra.

Penulis: Stanly Ravel

Editor: Agung Kurniawan

Copyright Kompas.com

(red/hmad/yaiku/AS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!